Dua emiten, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), sepakat berkolaborasi menggarap proyek besar di Tangerang Selatan. Mereka akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) di kawasan Cipeucang. Proyek ini tak main-main, dengan nilai investasi yang disebut-sebut mencapai Rp2,6 triliun.
Kerja sama ini diwujudkan lewat PT Indoplas Energi Hijau (IPE). Nah, yang menarik, IPE ternyata sudah punya mitra teknologi dari China, yakni China Tianying Inc. Perusahaan asal Tiongkok itu dikenal sebagai operator pengolahan limbah dan ditunjuk oleh Danantara Indonesia untuk urusan teknis proyek PSEL.
Menurut sejumlah saksi, kolaborasi ini sebenarnya sudah dirintis cukup lama. China Tianying dan IPE bahkan telah lebih dulu membentuk perusahaan patungan bernama PT Indoplasat Tianying Energy (ITE) yang nantinya akan mengelola operasional PSEL Cipeucang.
Chandra Devikemalawaty, Direktur & Corporate Secretary OASA, memberikan penjelasan soal struktur kepemilikan. Lewat PT Indoplast Energi Makmur, OASA melepas 20 saham IPE ke BIPI dengan nilai transaksi Rp500 juta.
ungkapnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu lalu.
Artikel Terkait
OJK Ingatkan Galbay dari Pinjol Rusak Masa Depan Keuangan
ELPI Cairkan Dividen Rp126 Miliar, Naik Signifikan dari Tahun Lalu
Aspra Komitmen Dividen Minimal 20% di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik
MNC Digital Entertainment Perkuat Dewan Komisaris Jelang IPO Luar Negeri