Suasana di Santiago Bernabeu Rabu dini hari tadi benar-benar berubah drastis. Harapan tinggi yang menggantung usai kemenangan-kemenangan sebelumnya, pupus sudah. Real Madrid harus mengakui keunggulan Bayern Munchen dengan skor 1-2 di leg pertama perempat final Liga Champions ini. Dan sorotan tajam, mungkin terlalu tajam, diarahkan kepada satu nama: Alvaro Carreras.
Kekalahan ini datang setelah Madrid juga tersandung di La Liga, dikalahkan Mallorca 2-1 akhir pekan lalu. Tapi tekanan di panggung Champions jelas berbeda levelnya. Bayern, dengan segala pengalaman dan kebengalannya, langsung menekan sejak menit pertama. Rekor gemilang Madrid di kompetisi ini seolah tak berarti banyak menghadapi gelombang serangan tamu.
Gol pembuka baru tercipta mendekati turun minum. Di menit ke-41, Luis Diaz mantan pemain Liverpool itu berhasil menemukan celah di pertahanan Madrid. Tendangannya meluncur deras, menggetarkan jala gawang Andriy Lunin. 1-0 untuk Bayern.
Memasuki babak kedua, keadaan malah makin runyam bagi Los Blancos. Aleksandar Pavlovic dengan cerdik merebut bola dari Carreras di area berbahaya. Bola kemudian berputar cepat ke Michael Olise, lalu disodorkan untuk Harry Kane. Striker andalan Inggris itu tak menyia-nyiakan peluang, menempatkan bola dengan sempurna dari tepi kotak penalti. Lunin lagi-lagi hanya bisa menonton. 2-0.
Di sinilah amarah fans mulai meluap, terutama di media sosial. Mereka tak sungkan menyasar Carreras.
“Saya masih belum paham pembelian Carreras – ada yang tahu alasannya?” tulis seorang fans.
Komentar lain ikut menyerbu. “Lunin bisa melakukan lebih banyak di gawang, tapi fokus tetap harus pada kesalahan Carreras yang fatal,” tambah yang lain.
Ada juga yang membandingkan. “Fran García tampil lebih baik dari Carreras di pertandingan besar Real musim ini,” begitu kira-kira kritik pedas lainnya.
Yang lebih keras bahkan menyebut performa Carreras memengaruhi rekan setim. “Olise sedang memperlihatkan level Carreras, Vinicius, dan Mbappé sekaligus,” tulis seorang netizen, menyiratkan perbedaan kualitas yang mencolok di lapangan.
Madrid sempat bangkit dan membuka harapan tipis di menit ke-74. Kylian Mbappé akhirnya membobol gawang Bayern lewat tap-in setelah umpan silang Alexander-Arnold. 2-1. Bernabeu bergemuruh, namun Bayern tetap terlihat lebih matang mengatur ritme. Mereka bertahan dengan cerdik dan mengamankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Perjalanan masih panjang. Bayern selanjutnya akan menjamu St Pauli di Bundesliga tanggal 11 April. Sementara Madrid harus segera melupakan luka ini dan fokus pada laga La Liga kontra Girona, yang akan mereka jalani sehari lebih awal, tanggal 10 April. Perjuangan di dua front masih berlanjut.
Artikel Terkait
Turnamen Padel Senior Makassar Siap Digelar, 24 Pasang Pemain Berebut Tiket Final
Persija Akhiri Kontrak Pelatih Mauricio Souza Usai Gagal Bawa Tim Juara Super League 2025/2026
Jarrod Bowen Bertekad Bawa West Ham Kembali ke Liga Primer Usai Degradasi
Alwi Farhan Kalahkan Toma Junior Popov, Tantang Shi Yuqi di 16 Besar Singapore Open 2026