Kabar duka datang dari Libya. Seif Al-Islam Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi, dilaporkan tewas. Menurut penasihat pribadinya, kematiannya disebabkan oleh serangan orang-orang bersenjata.
Kerabatnya pun mengonfirmasi berita ini. Abdullah Othman Abdurrahim, dalam wawancara dengan saluran TV al-Ahrar, menyebutkan bahwa Seif al-Islam dibunuh di rumahnya sendiri.
"Empat pria bersenjata menyerbu kediaman Seif al-Islam Kadhafi," ujar Abdurrahim.
Menurut penuturannya, serangan itu berlangsung dengan cara yang terencana. Kelompok tersebut dikabarkan lebih dulu menonaktifkan sistem kamera pengawas di lokasi.
"(Seif Al-Islam dibunuh) setelah menonaktifkan kamera pengawas, kemudian mengeksekusinya," imbuhnya, menggambarkan kronologi kejadian.
Di sisi lain, pengacara Seif Al-Islam juga memberikan pernyataan serupa kepada kantor berita AFP. Konfirmasi dari pihak pengacara ini semakin mengukuhkan kabar yang beredar.
"(Dibunuh) empat anggota komando," kata sang pengacara, singkat namun penuh makna.
Kematian putra Khadafi ini tentu membuka luka lama dan menambah catatan kelam di negara yang masih berusaha bangkit dari konflik. Ia sendiri adalah figur yang kontroversial, pernah menjadi tahanan dan muncul kembali di panggung politik. Sekarang, hidupnya berakhir secara tragis, meninggalkan sederet tanda tanya tentang masa depan Libya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX Kritik Rencana BGN Wajibkan Satu Kampus Satu Dapur: Jangan Tambah Beban Perguruan Tinggi
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pembatas Busway di Slipi
Anggota DPR Tinjau Gudang Bulog Lampung Selatan, Stok Beras 32.500 Ton dan Minyakita 12 Ribu Liter Terjamin Aman
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Konektivitas Laut dan SDM Maritim Tak Bisa Dipisahkan demi Kedaulatan Indonesia