Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka

- Rabu, 15 April 2026 | 17:35 WIB
Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka

Keributan Berdarah di Tengah Duka Tolikara

Suasana duka di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, berubah jadi mimpi buruk Selasa lalu. Yang awalnya adalah perkumpulan untuk melayat, berakhir dengan satu warga tewas dan empat anggota polisi terluka. Peristiwa ini terjadi di Desa Mairini, tepatnya pada tanggal 14 April 2026.

Semuanya berawal dari acara kedukaan untuk mendiang Denius Penggu. Menurut sejumlah saksi, sekitar pukul setengah satu siang, perdebatan sengit meletus di antara keluarga. Mereka berselisih soal penyebab kematian korban. Ketegangan pun merambat dengan cepat, apalagi setelah massa dari kampung-kampung sekitar mulai berdatangan.

Suasana yang sudah panas itu akhirnya meledak. Massa mulai melempari batu dan bahkan menebang pohon di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, bentrokan antar kelompok masyarakat pecah. Mereka saling serang menggunakan apa saja yang ada di tangan: batu, senjata tajam, hingga panah. Situasi benar-benar di luar kendali.

Mendapat laporan, personel Polsek Bokondini bergerak cepat ke lokasi. Mereka tiba sekitar pukul dua kurang lima. Upaya melerai sudah dilakukan, tapi sia-sia. Bahkan tembakan peringatan yang dilepaskan justru memantik amarah massa. Alih-alih mereda, kerumunan itu malah balik menyerang aparat.

Polisi pun jadi sasaran. Mereka dihujani batu dan ancaman senjata tajam, hingga terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri. Dalam kekacauan itu, Aiptu Dominggus Gannaran terpisah dari rekan-rekannya. Dia mengalami penganiayaan. Lebih parah lagi, revolver miliknya dirampas oleh warga. Warga yang diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan itu kemudian kabur membawa senjata api tersebut.

Akibat insiden ini, empat personel polisi menderita luka-luka. Sementara dari pihak warga, seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Ereki Wunungga meninggal dunia. Penyebab pastinya masih diselidiki.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar