Penguatan konektivitas laut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia maritim. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai fondasi bagi masa depan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran bersama para taruna dan taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Agus, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, ketangguhan Indonesia di sektor maritim menjadi penentu utama masa depannya. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pelabuhan, jalur pelayaran, dan sistem logistik nasional tidak bisa berjalan sendiri. Semua itu harus diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelaut dan insan kemaritiman.
“Infrastruktur maritim dan kualitas sumber daya manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Transportasi laut bukan sekadar soal logistik, melainkan soal kedaulatan, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas laut nasional. Hal ini bertujuan memperlancar distribusi barang serta memperkuat posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim besar. Dalam kesempatan yang sama, Agus juga meninjau langsung fasilitas pendidikan di Kampus STIP yang dikenal sebagai pusat unggulan di bidang pelayaran.
Berbagai sarana modern seperti bridge simulator, teknologi kecerdasan buatan, hingga robotik dinilai menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global. “Infrastruktur pendidikan yang modern sangat krusial untuk melahirkan perwira yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi kerasnya tantangan di lautan internasional,” jelasnya.
Menurut Agus, ketangguhan pelaut Indonesia harus dibentuk melalui pendidikan berkualitas, disiplin tinggi, serta kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika dunia pelayaran yang penuh tantangan. Ia berharap STIP terus melahirkan lulusan berkualitas yang mampu memperkuat konektivitas nasional, menurunkan biaya logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Agus pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. “Mari kita terus berkolaborasi untuk menurunkan biaya logistik nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tutupnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Tenaga Ahli Menko Yudhi Prasetyo Purnomo dan Rio Neswan.
Artikel Terkait
Ratusan Bikers Matic Meriahkan Bogor Ride, Motul Hadirkan Komunitas dan Selebritas
Bamsoet Sebut Radikalisme di Tubuh Polri Ancaman Serius bagi Legitimasi Negara
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik