Pemerintah berencana memberikan insentif baru bagi kendaraan listrik, mencakup sepeda motor maupun mobil listrik, sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tahan ekonomi di tengah tekanan kenaikan harga minyak global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa tahap awal insentif akan dialokasikan untuk masing-masing 100 ribu unit kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” ujar Purbaya dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.
Untuk besaran subsidi, pemerintah memperkirakan insentif motor listrik berada di kisaran Rp5 juta per unit. Namun demikian, detail resmi terkait skema dan nilai insentif masih akan diumumkan lebih lanjut oleh kementerian terkait. Keputusan ini, menurut Purbaya, muncul setelah pertemuannya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” kata dia.
Di sisi lain, pemerintah memandang kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi menjaga daya tahan industri manufaktur sekaligus melindungi tenaga kerja nasional. Purbaya menambahkan bahwa kebijakan ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, khususnya pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini.
“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ketiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” jelas Purbaya. “Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan, di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong.”
Artikel Terkait
PDI-P Balik Serang Demokrat: Kritik Tak Harus Konstruktif, AHY Dinilai Beri Insinuasi
Menteri Hukum Paparkan Program Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Lonjakan Harga Pertamax Dorong Anak Muda Jakarta Beralih ke Transportasi Umum demi Hemat Biaya
Ledakan Keras di Prambanan Bikin Warga Panik, Ternyata Kembang Api untuk Acara Prewedding