Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan menjadi instrumen utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Menurut Presiden, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan dan pelatihan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas hanya pada peserta didik di sekolah formal.
"Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan, latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan latihan," ujar Presiden. Ia menilai penguatan kapasitas masyarakat melalui jalur pendidikan dan pelatihan akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan sumber daya yang besar dan pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga kekayaan negara serta memastikan penggunaannya diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan harus dikelola secara efektif agar dapat mendukung pembangunan manusia.
"Pemerintah, pemimpin-pemimpin harus bekerja keras, uang harus dihemat, harus dijaga kekayaan negara, harus dijaga. Negara kita sebetulnya sangat-sangat kaya sumber alamnya sangat banyak, tinggal kita yang pandai mengelola, pandai menjaga," ungkap Kepala Negara.
Sementara itu, Presiden mengaku optimistis melihat perkembangan program Sekolah Rakyat yang saat ini mulai menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas. Meski demikian, ia mengakui kebutuhan terhadap program tersebut masih sangat tinggi di berbagai daerah. "Jadi saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tentunya usaha masih sangat besar ya karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak," imbuh Presiden. Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat dinilai menunjukkan masih besarnya kebutuhan akan layanan pendidikan yang inklusif dan terjangkau.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Prabowo meminta pembangunan Sekolah Rakyat dipercepat dan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia juga mendorong pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait untuk berkolaborasi mencari berbagai alternatif guna menambah kapasitas pendidikan, termasuk memanfaatkan aset negara yang belum digunakan secara optimal. Menurut Presiden, pendekatan kreatif perlu dilakukan agar semakin banyak anak dapat diterima di Sekolah Rakyat sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen selesai.
"Nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahannya, cari tanahnya, ya kita upayakan. Tapi bagaimana caranya kreativitas saudara diupayakan lah hampir semua yang minta harus diterima ya," pungkas Kepala Negara.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa depan. Percepatan pembangunan sekolah dan penambahan kapasitas layanan pendidikan diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program tersebut.
Artikel Terkait
Presiden Partai Buruh Said Iqbal Dijadwalkan Dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Ancaman Gagal Bayar AS Mengintai jika Rasio Utang Capai 210 Persen, PWBM Beri Peringatan
16,46 Juta UMKM Manfaatkan Platform LinkUMKM BRI untuk Perluas Akses Pasar dan Naik Kelas
Kapolri Buka Peluang ASN Isi Jabatan Non-Operasional di Polri