Laporan keuangan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis. Hasilnya? Tidak terlalu menggembirakan. Laba bersih perusahaan tambang batu bara itu terjun bebas, hanya menyentuh angka 190 juta dolar AS. Kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya yang mencapai 374 juta dolar, penurunannya nyaris setengah, tepatnya 49 persen.
Kondisi ini, mau tidak mau, berkaitan erat dengan harga batu bara yang lagi lesu di pasar global. Harga jual rata-rata yang melemah itu akhirnya menekan pendapatan perusahaan secara keseluruhan.
Sepanjang tahun lalu, pendapatan ITMG tercatat 1,88 miliar dolar AS. Angka itu menunjukkan penurunan yang signifikan, sekitar 18,26 persen, dari realisasi tahun 2024 yang tembus 2,30 miliar dolar AS.
Laporan yang dipublikasikan Rabu (25/2/2026) itu juga membeberkan soal beban pokok pendapatan. Di tengah tekanan harga komoditas, perusahaan melakukan penyesuaian operasional. Alhasil, beban pokoknya turun 13 persen menjadi 1,4 miliar dolar AS.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret
BGN Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG: Skema Efisien, Risiko Ditanggung Mitra