Kemlu Siagakan Perlindungan WNI di Timur Tengah Pascaserangan ke Iran

- Senin, 02 Maret 2026 | 07:30 WIB
Kemlu Siagakan Perlindungan WNI di Timur Tengah Pascaserangan ke Iran

JAKARTA – Situasi di Timur Tengah yang memanas pasca serangan terhadap Iran membuat pemerintah Indonesia siaga. Kementerian Luar Negeri tak main-main, mereka kini memusatkan perhatian pada keselamatan Warga Negara Indonesia dan para pekerja migran yang ada di kawasan itu. Perlindungan mereka jadi prioritas nomor satu di tengah gejolak yang belum jelas ujungnya.

Menurut Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, pemantauan dilakukan secara ketat dan terus-menerus. Koordinasi dengan seluruh perwakilan Republik Indonesia di sana juga digencarkan. Tujuannya jelas: memastikan kondisi WNI terpantau dan tertangani dengan baik.

“Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Timur Tengah, terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan,” tegas Heni dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

“Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama,” lanjutnya.

Di lapangan, upaya yang dilakukan cukup konkret. Direktorat Pelindungan WNI disebut telah intens berkomunikasi dengan setiap perwakilan. Mereka butuh data terbaru jumlah WNI, update kondisi riil, plus langkah-langkah penanganan yang sudah atau akan dijalankan. Tak cuma memantau, semua perwakilan juga telah menyebarkan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Komunikasi dengan komunitas dan simpul WNI/PMI setempat diperkuat,” ujar Heni.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar