PSM Makassar Kehilangan Yuran Fernandes, Manajemen Tunggu Pelatih Baru Sebelum Tentukan Komposisi Pemain Asing

- Minggu, 31 Mei 2026 | 21:00 WIB
PSM Makassar Kehilangan Yuran Fernandes, Manajemen Tunggu Pelatih Baru Sebelum Tentukan Komposisi Pemain Asing

Kepergian Yuran Fernandes dari PSM Makassar bukan sekadar kehilangan satu pemain, melainkan akhir dari sebuah era yang selama beberapa musim menjadi fondasi kekuatan tim. Bek asal Cape Verde itu tidak hanya dikenal sebagai palang pintu yang sulit dilewati lawan, tetapi juga berperan sebagai kapten, pemimpin ruang ganti, dan simbol semangat juang yang menjadi wajah pertahanan Pasukan Ramang di berbagai momen penting. Namanya tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan PSM meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023.

Ketika Yuran dikabarkan menerima pinangan Persebaya Surabaya dan kembali bekerja sama dengan Bernardo Tavares, dampaknya bagi PSM jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan seorang pemain asing. Kini, tim memasuki fase baru yang bukan hanya tentang mencari pengganti, tetapi juga menentukan seperti apa wajah tim musim 2026/2027 nanti.

Menariknya, hingga saat ini manajemen PSM belum terlihat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait pemain asing. Situasi tersebut tidak lepas dari belum hadirnya pelatih kepala baru yang akan menjadi nahkoda tim menggantikan Bernardo Tavares. Di sinilah PSM berada pada titik yang sangat menentukan, karena siapa pun pelatih yang nantinya datang hampir dipastikan akan memiliki pengaruh besar dalam menentukan komposisi pemain asing musim depan.

Dalam beberapa musim terakhir, PSM dikenal memiliki komposisi pemain asing yang relatif stabil. Nama-nama seperti Yuran Fernandes, Wiljan Pluim, Kenzo Nambu, hingga Aloisio Neto pernah menjadi bagian dari tulang punggung tim. Mereka tidak hanya memberikan kualitas teknis, tetapi juga membentuk identitas permainan yang khas. Kini, setelah Pluim lebih dulu pergi dan Yuran menyusul meninggalkan Makassar, PSM praktis kehilangan dua figur asing yang selama ini menjadi simbol kepemimpinan di lapangan.

Manajemen harus berpikir lebih hati-hati. Apakah mempertahankan sebagian pemain asing yang ada saat ini, atau melakukan perombakan total sesuai kebutuhan pelatih baru? Pertanyaan itu belum memiliki jawaban pasti. Namun, satu hal yang jelas, keputusan mengenai pemain asing tidak bisa lagi hanya didasarkan pada performa individu. Pemain yang direkrut harus sesuai dengan filosofi dan kebutuhan taktik pelatih yang akan datang.

Direktur Teknik PSM, Zulkifli Syukur, sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa tim membutuhkan proses “restart” setelah musim yang berjalan tidak sepenuhnya sesuai harapan. Proses itu tentu tidak hanya menyentuh aspek permainan, tetapi juga struktur skuad. Karena itu, sebelum menentukan pemain asing baru, manajemen perlu mengetahui lebih dulu karakter pelatih yang akan ditunjuk. Jika pelatih baru menginginkan permainan menyerang dengan penguasaan bola dominan, kebutuhan pemain asing tentu berbeda dibandingkan jika pelatih yang datang lebih menyukai pendekatan pragmatis dan transisi cepat seperti yang selama ini diterapkan Bernardo Tavares.

Artinya, seluruh proses perekrutan saat ini kemungkinan masih berada pada tahap pemetaan. Manajemen bisa saja sudah memiliki daftar kandidat, namun keputusan akhir tetap akan sangat bergantung pada sosok yang nantinya duduk di kursi pelatih kepala.

Dari seluruh slot pemain asing yang tersedia, posisi bek tengah menjadi kebutuhan paling mendesak. Kepergian Yuran meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan. PSM tidak hanya kehilangan kemampuan bertahan yang solid, tetapi juga kehilangan sosok pemimpin yang selama ini menjadi pengatur koordinasi lini belakang. Mencari bek asing baru dengan kualitas mendekati Yuran tentu bukan pekerjaan mudah. PSM membutuhkan pemain yang kuat dalam duel udara, memiliki kemampuan membaca permainan, berani mengorganisasi rekan-rekannya, dan mampu menghadapi tekanan besar dari suporter maupun kompetisi. Karakter seperti itu tidak selalu bisa dilihat dari statistik semata. Karena itu, proses pencarian bek asing baru kemungkinan akan menjadi salah satu prioritas utama manajemen begitu pelatih baru resmi ditunjuk.

Selain mencari pemain baru, PSM juga harus menentukan siapa saja pemain asing yang masih layak dipertahankan. Aloisio Neto menjadi salah satu nama yang masa depannya terus menjadi bahan spekulasi. Bek asal Brasil tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya. Jika Neto bertahan, PSM setidaknya masih memiliki satu figur berpengalaman di lini belakang. Namun, jika ia ikut hengkang, maka proses pembangunan ulang pertahanan harus dimulai hampir dari nol. Di sektor lain, manajemen juga perlu mengevaluasi kontribusi seluruh pemain asing berdasarkan kebutuhan musim depan. Evaluasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan apakah PSM membutuhkan perombakan besar atau hanya melakukan penyempurnaan di beberapa posisi.

Bagi suporter Juku Eja, situasi saat ini mungkin menimbulkan kekhawatiran. Kehilangan Yuran Fernandes tentu bukan kabar yang mudah diterima. Namun di sisi lain, momen seperti ini juga bisa menjadi awal dari babak baru. Sepanjang sejarahnya, PSM beberapa kali kehilangan pemain bintang, tetapi selalu mampu melahirkan figur-figur baru yang kemudian menjadi ikon klub. Tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mencari pengganti Yuran, melainkan membangun kembali fondasi tim yang mampu bersaing dalam kompetisi yang semakin ketat.

Beberapa pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat krusial bagi manajemen PSM Makassar. Penunjukan pelatih baru akan menjadi titik awal yang menentukan arah kebijakan transfer, termasuk dalam menyusun komposisi pemain asing. Sebab setelah era Yuran Fernandes berakhir, PSM kini memasuki masa transisi yang akan menentukan wajah Pasukan Ramang untuk beberapa musim ke depan. Dan dari seluruh keputusan yang akan diambil, satu hal yang paling ditunggu publik sepak bola Makassar adalah siapa sosok yang akan dipercaya menjadi pemimpin baru di jantung pertahanan Juku Eja.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar