Ibu di Depok Bangun dari Tidur, Langsung Hadapi Maling yang Sedang Menggasak Uangnya

- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:15 WIB
Ibu di Depok Bangun dari Tidur, Langsung Hadapi Maling yang Sedang Menggasak Uangnya

Jumat pagi itu, suasana di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, terasa lengang. SM, seorang ibu rumah tangga, tak sengaja ketiduran di depan televisi. Waktu menunjukkan pukul 10.45 WIB. Dalam keadaan lelap itu, ia sama sekali tak menduga ada tamu tak diundang sudah menyelinap ke dalam rumahnya.

Namun begitu, nalurinya tiba-tiba membangunkannya. Dan apa yang dilihatnya bikin darahnya naik. Seorang lelaki asing ternyata sedang mengobrak-abrik isi rumahnya, dan tangannya sudah memegang uang sebesar Rp 500 ribu dari dalam toples di atas meja. Uang itu miliknya. Tanpa pikir panjang, SM langsung melompat dan menyerang si pencuri.

AKP Made Budi dari Humas Polres Metro Depok membenarkan kejadian itu.

"Korban terbangun dan melihat pelaku sedang memegang uangnya. Uang itu sebelumnya disimpan di dalam toples. Spontan, korban langsung menghampiri dan memegangi si pelaku."

Terjadilah aksi tarik-menarik yang sengit. Keduanya berebut uang kertas itu. SM tak mau kalah, dia berteriak sekencang-kencangnya, "Maling! Maling!" Teriakannya memecah kesunyian kampung dan menarik perhatian tetangga.

Dalam waktu singkat, warga berdatangan. Melihat situasi yang tak seimbang, mereka segera turun tangan membantu sang ibu. Pelaku yang kewalahan akhirnya bisa diamankan dengan cepat. Suasana yang tadinya tegang pun berubah menjadi kerumunan warga yang marah.

Setelah keadaan terkendali, warga punya keputusan bulat: melaporkan kejadian ini ke polisi. Si pelaku maling kemudian digiring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, SM bisa menarik napas lega, uangnya berhasil direbut kembali setelah perlawanan sengit yang hampir tak dipercayainya sendiri bisa dilakukan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar