Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global

- Jumat, 06 Maret 2026 | 13:15 WIB
Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global

TVRINews - Jakarta

Ketua Umum MUI dukung politik bebas aktif Presiden di tengah ketegangan geopolitik global dan serukan ikhtiar spiritual.

Ketegangan dunia belakangan ini memang makin terasa. Di tengah situasi seperti itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, angkat bicara. Ia menyerukan agar kohesi nasional diperkuat. Tidak cuma itu, sinergi antar berbagai sektor juga harus benar-benar digalang. Tujuannya jelas: menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global yang kian nyata.

Menurutnya, langkah ini krusial. Stabilitas dalam negeri harus dijaga, jangan sampai goyah hanya karena tensi internasional yang terus memanas.

Pernyataan resminya dilayangkan pada Jumat, 6 Maret 2026. Anwar menyoroti dinamika global yang dinilainya semakin kompleks. Ia pun secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintah. Baginya, politik yang diambil saat ini tepat untuk menavigasi posisi Indonesia.

"Saya kira, kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya, tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini,"

ujar Anwar.

Utamakan Keselamatan Bangsa

Seruan ini bukan datang tiba-tiba. Sehari sebelumnya, Kamis 5 Maret 2026, Presiden baru saja bertemu dengan sejumlah kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan silaturahmi itu rupanya jadi momentum.

Anwar menggarisbawahi satu hal: prioritas utama sekarang adalah memitigasi dampak konflik global. Jangan sampai gejolak di luar negeri merembes dan bikin ricuh di dalam negeri. Untuk itu, kolaborasi adalah kuncinya. Ulama, pemerintah, plus aparat pertahanan dan keamanan harus bersatu padu. Fondasi inilah yang bakal menjaga ketahanan nasional, melindungi rakyat, dan menjaga keutuhan negara.

Doa di Bulan Ramadan

Namun begitu, langkah strategis dan diplomasi saja tak cukup. Anwar juga menekankan dimensi spiritual, apalagi kita sedang berada di bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tak henti berdoa, memohon perlindungan dari krisis yang melanda berbagai belahan dunia.

“Lebih-lebih ini pada bulan Ramadhan, jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana, yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti, itu terjadi di sini,”

tambahnya dengan nada khawatir.

Di akhir pesannya, ia menekankan satu hal. Persatuan sekarang bukan lagi sekadar pilihan, tapi sudah jadi keharusan. Tantangan global makin berat, dan semua elemen bangsa dituntut untuk merapatkan barisan. Demi kedaulatan, demi kesejahteraan bersama.


Penulis: Fityan | Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar