Enam ekor anjing pelacak dari Unit K9 Direktorat Samapta Polda Riau menjalani latihan rutin untuk mendeteksi narkoba dan barang bukti lainnya di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dipusatkan di Kompleks RSDC Rumbai, Pekanbaru, sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme anggota polisi satwa dalam mengungkap aksi kejahatan.
Latihan yang digelar dua kali dalam sepekan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan indra penciuman satwa dalam mengenali zat psikotropika. Polisi satwa menggunakan narkoba asli sebagai bahan latihan agar anjing pelacak lebih akurat saat bertugas di lapangan. Selain narkoba, hewan-hewan tersebut juga dilatih untuk melacak keberadaan senjata tajam yang kerap dijadikan barang bukti dalam kasus kriminalitas.
Setiap sesi latihan tidak hanya menguji keterampilan satwa, tetapi juga memperkuat sinergi antara anjing dan pelatihnya. Kombinasi antara kemampuan alami hewan dan teknik penanganan yang profesional menjadi kunci keberhasilan operasi di lapangan. Unit K9 Direktorat Samapta Polda Riau berharap latihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan.
Di sisi lain, unit tersebut juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengenalkan satuan khusus ini kepada siswa di Sekolah Dasar Santa Maria Pekanbaru. Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran publik tentang peran penting anjing pelacak dalam mendukung tugas kepolisian.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Akan Naikkan Tarif Transjabodetabek dan Bus Bandara Soekarno-Hatta, Subsidi APBD Dinilai Terlalu Tinggi
Yordania Hukum Mati Warga yang Bunuh Tiga Aparat dalam Penggerebekan Narkoba
SMA Triguna 1956 Gelar Tri Art Festival, Implementasi Project Based Learning untuk Asah Keterampilan Abad 21
Hakim Vonis 1,5 Tahun Penjara Pemilik WO Ayu Puspita, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa