Dari New York, sebuah suara mengejutkan datang. Bukan dari politisi atau analis, tapi dari seorang musisi. Bill Madden, aktivis sekaligus pemusik, baru saja melayangkan tuduhan yang bakal bikin Washington panas dingin.
Intinya? Dia bilang serangan militer Amerika-Israel ke Iran cuma tipuan belaka. Sebuah "tirai asap" besar-besaran. Tujuannya cuma satu: mengalihkan perhatian publik dari skandal pedofilia kelas kakap yang melibatkan para elit Gedung Putih. Ya, itu berkaitan dengan berkas-berkas Jeffrey Epstein yang terus bikin gelisah.
Lewat Instagram, Madden memposting foto yang cukup provokatif. Gambarnya menunjukkan Senator Marco Rubio sedang membisiki Donald Trump.
"Seranganmu ke Iran berhasil. Kini tak ada lagi yang bicara tentang dosamu memerkosa anak-anak," tulisnya dalam narasi foto itu.
Kata-katanya keras, penuh amarah. Dia seolah-olah melihat ada kaitan langsung antara darah yang tumpah di Timur Tengah dengan upaya menutupi jeritan korban di dalam negeri sendiri. "Darah anak-anak di Iran kini menimbun jeritan anak-anak korban Epstein yang menuntut keadilan," tambahnya.
Musisi yang Tak Mau Diam
Bill Madden bukan musisi biasa. Di kancah New York, dia dikenal lewat lirik-liriknya yang tajam, mengkritik kemunafikan penguasa dan kerusakan lingkungan. Bagi dia, musik bukan cuma hiburan. Tapi senjata.
Dan kali ini, sasarannya jelas: dia menuduh negaranya sendiri menggunakan perang sebagai pelarian dari masalah moral yang memalukan. Sebuah cara kotor, katanya, untuk mencuci tangan.
Artikel Terkait
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor
Pemimpin Tertinggi Iran Unggah Ayat Al-Quran, Bantah Klaim Kematian dari AS
BMKG Makassar Peringatkan Potensi Hujan Ringan dan Angin Kencang di Sulsel