Kepala SPPG Ekasapta Bantah Isu Luberan Limbah, Klaim IPAL Beroperasi Normal

- Selasa, 17 Maret 2026 | 09:15 WIB
Kepala SPPG Ekasapta Bantah Isu Luberan Limbah, Klaim IPAL Beroperasi Normal

Flores Timur – Kabar soal limbah yang meluber dari instalasi pengolahan di Kelurahan Ekasapta sempat ramai di media sosial. Namun, menurut pihak berwenang, situasi yang sebenarnya jauh berbeda dari narasi yang beredar.

Muhammad Rizky Syamsul, sang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ekasapta, dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menegaskan, tidak ada kebocoran atau luapan limbah di lokasi. “Informasi yang beredar itu tidak sesuai fakta di lapangan,” ujarnya kepada TVRINews.

Menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya. Sistem IPAL di sana berjalan normal, mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Bahkan, untuk membuktikan klaimnya, Rizky menyebutkan bahwa mereka telah mengantongi sertifikat kelayakan dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Nomor sertifikatnya DPMPTSP.500.16.7.4/05/SLHS/2025, terbit tahun 2025.

Soal penanganan limbah cair, ia menjelaskan prosesnya sudah terjadwal. Dinas Lingkungan Hidup setempat rutin melakukan penyedotan tiga kali dalam seminggu. Tidak berhenti di situ, pihak SPPG juga mengaku sedang berupaya menambah kapasitas tampung. Alasannya sederhana: jumlah penerima manfaat yang terus bertambah, sehingga fasilitas harus menyesuaikan.

Lalu, kenapa SPPG sempat tutup? Rizky punya penjelasan. Bukan karena masalah limbah, melainkan lantaran hari libur nasional. “Kami perkirakan pelayanan akan kembali normal pada 31 Maret nanti, bersamaan dengan SPPG lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi pada masyarakat yang aktif memberi masukan. Baginya, koreksi dari warga justru penting untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan. Saat ini, ada 3.176 penerima manfaat yang tersebar di berbagai sekolah.

“Kami berterima kasih. Ke depan, koordinasi dengan masyarakat dan kelurahan akan terus kami bangun,” pungkas Rizky, menutup pernyataannya.

Jadi, jika melihat penjelasan resmi ini, situasi di Ekasapta tampaknya jauh lebih terkendali daripada yang digembar-gemborkan di dunia maya. Semua klaim dibantah, dan operasional dikatakan berjalan sesuai aturan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar