Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei

- Minggu, 01 Maret 2026 | 12:20 WIB
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei

Langit di atas Teheran masih terasa berat. Di tengah suasana itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan ancaman balas dendam yang keras. Sasaran utamanya jelas: Amerika Serikat dan Israel. Ini semua buntut dari tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban,” tegas Pezeshkian, suaranya dikutip dari siaran Al Jazeera, Minggu (1/3/2026). Menurutnya, peristiwa ini bakal membuka lembaran baru bagi dunia Islam dan Syiah.

Dia melanjutkan dengan metafora yang kuat. “Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras. Dan ia akan memberantas penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.”

Janji itu diucapkan dengan keyakinan penuh. Pezeshkian bertekad untuk membuat setiap pihak yang terlibat menyesal. “Kali ini juga, dengan segenap kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan bangsa Islam dan rakyat bebas di dunia, kami akan membuat para pelaku dan komandan kejahatan besar ini menyesalinya,” tuturnya.

Sebelum pernyataan presiden, semangat serupa sudah lebih dulu bergelora dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka mengeluarkan pernyataan keras, berjanji akan melancarkan serangan paling ganas ke Israel dan pangkalan militer AS. Ancaman mereka singkat tapi menusuk: "Dalam beberapa saat lagi."

Di sisi lain, suasana di dalam negeri Iran jelas berduka. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Tak hanya itu, mereka juga menggelar libur selama tujuh hari untuk mengenang sang pemimpin.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar