MURIANETWORK.COM - Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mendorong Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa untuk mempercepat operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dorongan ini disampaikan dalam rangka memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa, dengan fokus pada penyerapan produk lokal dan penguatan fondasi usaha masyarakat.
Peran Strategis Kospin Jasa dalam Pasar Produk Desa
Dalam upaya membuka akses pasar yang lebih luas, Ferry Juliantono melihat peran kritis yang dapat diambil oleh Kospin Jasa. Koperasi ini diharapkan dapat bertindak sebagai offtaker atau pengumpul produk di pusat distribusi. Mekanisme ini dirancang untuk menjamin bahwa hasil usaha dari desa memiliki saluran pemasaran yang jelas dan berkelanjutan melalui jaringan Kopdes Merah Putih.
Ferry menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan ekonomi masyarakat akar rumput. "Tidak boleh ada lagi produk rakyat yang tidak terserap pasar. Kospin Jasa bisa mengambil peran di sini," tegasnya.
Kinerja Keuangan yang Menjadi Fondasi
Dorongan untuk memperluas peran tersebut bukan tanpa dasar. Kospin Jasa tercatat menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang solid dalam kinerja keuangannya. Pada tahun 2025, aset koperasi berhasil tumbuh menjadi Rp7,33 triliun, sedikit melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp7,31 triliun.
Modal sendiri Kospin Jasa bahkan mencapai Rp2,03 triliun, jauh melampaui ekspektasi awal Rp1,90 triliun. Di sisi lain, simpanan dan tabungan anggota yang terkumpul mencapai Rp5,06 triliun, dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp39,10 miliar. Angka-angka ini, dalam pandangan Ferry, bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari kesehatan organisasi dan kepercayaan anggota.
"Kalau dilihat dari angka-angkanya menunjukkan bahwa Kospin Jasa ini memang menjadi kebanggaan kita semua karena di tengah situasi yang sulit namun tetap tumbuh dan solid," ungkapnya.
Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional
Pencapaian tersebut diyakini Ferry sebagai bukti nyata bahwa model koperasi mampu membangun fondasi perekonomian yang kuat dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Dia pun menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kontribusi sektor ini dalam pembangunan nasional.
Ferry optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen pada 2026 dapat dicapai, dengan koperasi memainkan peran strategis di dalamnya. Keyakinan ini juga didukung oleh progres pembangunan infrastruktur pendukung.
Dia mengungkapkan, saat ini sekitar 30 ribu unit Kopdes atau Koperasi Kelurahan (Kel) Merah Putih masih dalam proses penyelesaian aset fisik. Pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung tersebut ditargetkan rampung sehingga operasional dapat dimulai pada April 2026 mendatang.
"Kospin Jasa bakal masuk pusat distribusi sebagai pengumpul (offtaker) guna memastikan pasokan produk desa terserap pasar melalui Kopdes Merah Putih," jelas Ferry mengenai skema yang akan dijalankan.
Artikel Terkait
Kementerian Pertanian Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Lahan Sawah di Sumatera
Wagub Banten Dukung Program Religi iNews Cahaya Hati Cahaya Indonesia
Data IDF: Lebih dari 50.000 Personel Militer Israel Pegang Kewarganegaraan Asing
Indonesia dan Thailand Perbarui Kemitraan Strategis Ekonomi Kreatif