Sidang Isbat 17 Februari Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 08:50 WIB
Sidang Isbat 17 Februari Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026

MURIANETWORK.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, untuk menetapkan secara resmi awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Sidang yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar ini bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat, mengingat terdapat beberapa prediksi dari berbagai organisasi Islam. Meski kalender sementara dan beberapa perhitungan ilmiah mengarah pada Kamis, 19 Februari 2026, keputusan final tetap menunggu hasil sidang yang mempertimbangkan laporan hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan hilal) secara nasional.

Mekanisme Sidang Isbat untuk Kepastian Nasional

Sidang isbat bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah mekanisme formal yang telah berjalan sejak 1962 untuk menyatukan pandangan. Dalam forum ini, berbagai data dan pendapat dari pakar, ormas Islam, dan institusi terkait dikumpulkan sebagai bahan pertimbangan bagi Menteri Agama. Tujuannya jelas: mencapai sebuah keputusan yang dapat diterima secara luas dan meredam potensi perbedaan di tengah masyarakat.

Proses ini mencerminkan upaya pemerintah untuk mendengarkan semua pihak sebelum mengambil keputusan. Sebelum sidang isbat digelar, pembahasan mendalam terkait aspek teknis astronomi biasanya telah dilakukan dalam forum-forum khusus seperti Temu Kerja Badan Hisab Rukyat (BHR).

Prediksi dan Data Astronomi Menuju 1 Ramadhan 2026

Sebagian besar perkiraan awal Ramadhan 1447 H mengarah pada tanggal yang sama. Kalender sementara Kementerian Agama, Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sama-sama memprediksi 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini bukan tanpa dasar ilmiah.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan rinci. Ia mengungkapkan bahwa pada saat magrib tanggal 17 Februari 2026, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara diperkirakan belum memenuhi kriteria yang disepakati MABIMS.

Hilal Diprediksi Sulit Teramati

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar