Gali Freitas Beri Kode Bertahan di Persebaya, Kontras dengan Rumor Kepergian Pemain Asing Lain

- Senin, 25 Mei 2026 | 22:30 WIB
Gali Freitas Beri Kode Bertahan di Persebaya, Kontras dengan Rumor Kepergian Pemain Asing Lain

Musim perdana Gali Freitas bersama Persebaya Surabaya diyakini belum menjadi akhir dari perjalanannya di Kota Pahlawan. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer dan sejumlah pemain asing yang mulai memberi kode perpisahan, pemain asal Timor Leste itu justru melontarkan sinyal kuat bahwa dirinya akan tetap menjadi bagian dari skuad Green Force untuk musim depan.

Pernyataan tersebut muncul setelah laga pamungkas Persebaya melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, 23 Mei lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak 5-0 itu, Gali Freitas tidak hanya merayakan hasil positif, tetapi juga menyisakan pesan yang langsung menarik perhatian para pendukung setia, Bonek dan Bonita.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia menuliskan refleksi panjang tentang perjalanan musim ini. “Musim 25/26 resmi berakhir. Keringat yang kita teteskan hari ini adalah bukti perjuangan kita sepanjang musim. Bangga dengan tim ini, istirahatlah sejenak, kita akan kembali lebih kuat!” tulisnya.

Frasa “kita akan kembali lebih kuat” menjadi titik perhatian utama. Di tengah rumor kepergian beberapa rekan setimnya, kalimat itu langsung ditafsirkan sebagai kode keras bahwa Gali Freitas belum berniat meninggalkan Persebaya. Sinyal ini kontras dengan situasi yang melanda skuad Green Force, di mana Gustavo Fernandes telah lebih dulu menyampaikan salam perpisahan dan Bruno Paraiba juga memberi isyarat serupa.

Bagi Bonek, kabar ini tentu menjadi angin segar. Sebab, dalam musim debutnya, Gali Freitas menunjukkan perkembangan yang signifikan. Meski sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia, ia perlahan menjelma menjadi salah satu pilar penting dalam skema permainan Persebaya. Kecepatan, agresivitas, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuatnya menjadi ancaman nyata di lini depan.

Karakter pekerja keras yang dimilikinya juga cepat membuatnya dekat dengan suporter. Dalam unggahan yang sama, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang setia mendukung sepanjang musim. “Akhir dari sebuah musim bukanlah akhir dari cerita. Terima kasih telah memberikan emosi dan memori terbaik di lapangan hijau di tahun ini! Menang kita rayakan, kalah kita evaluasi. Musim ini mungkin sudah usai, tetapi kesetiaan dan kebanggaan pada klub ini tidak akan pernah libur!” lanjutnya.

Ungkapan itu semakin memperkuat kesan bahwa Gali mulai merasa nyaman di Surabaya. Jika benar bertahan, ia bisa menjadi salah satu fondasi penting bagi Persebaya untuk membangun tim yang lebih kompetitif musim depan.

Secara statistik, performa Gali Freitas pada musim perdananya cukup menjanjikan. Berdasarkan data yang tersedia, ia tampil dalam 32 pertandingan dan 21 kali dipercaya menjadi starter. Selama musim bergulir, ia mencatatkan enam gol dan tujuh assist kontribusi yang impresif untuk pemain yang baru pertama kali merasakan kompetisi di Indonesia.

Ia juga aktif dalam menciptakan peluang. Sepanjang musim, Gali melepaskan 35 tendangan dengan 20 di antaranya tepat sasaran. Angka itu menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain pelengkap di sektor depan. Agresivitasnya juga tercermin dari catatan lima kartu kuning dan 20 tekel, yang menggambarkan keterlibatannya dalam duel-duel intens di lapangan.

Di tengah sinyal bertahannya Gali Freitas, perhatian suporter mulai mengarah pada rumor transfer besar lain yang berkembang di Surabaya: kedatangan Yuran Fernandes. Nama kapten PSM Makassar itu terus dikaitkan dengan Persebaya dalam beberapa pekan terakhir. Rumor tersebut semakin kuat setelah Gustavo Fernandes dipastikan hengkang dari Green Force.

Persebaya pun mulai disebut mencari sosok bek tengah baru yang memiliki karakter kuat dan pengalaman besar di Liga Indonesia. Yuran Fernandes dianggap memenuhi semua kriteria itu. Bek asal Tanjung Verde tersebut dikenal sebagai pemimpin di lini belakang PSM Makassar. Selain memiliki postur ideal dan kuat dalam duel udara, ia juga memiliki hubungan dekat dengan pelatih Bernardo Tavares. Faktor kedekatan itulah yang membuat rumor transfer ini terasa semakin realistis.

Jika transfer tersebut benar-benar terwujud, Persebaya musim depan berpotensi memiliki kombinasi yang sangat menarik. Di lini depan, ada Gali Freitas yang mulai matang dan memahami karakter permainan tim. Sementara di lini belakang, kemungkinan hadirnya Yuran Fernandes bisa memberi stabilitas baru bagi pertahanan Green Force.

Situasi itu membuat optimisme Bonek mulai tumbuh. Apalagi setelah beberapa musim terakhir, Persebaya dinilai belum memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk benar-benar bersaing dalam perebutan gelar juara. Kini, dengan Bernardo Tavares di kursi pelatih, potensi bertahannya Gali Freitas, serta rumor kedatangan Yuran Fernandes, Green Force mulai terlihat serius membangun proyek besar untuk musim depan. Di tengah bursa transfer yang terus memanas, satu hal mulai terasa jelas di Surabaya: Persebaya tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam persaingan Super League musim depan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar