Pantau – Serial baru bertajuk Luka, Makan, Cinta bakal tayang di Netflix mulai 15 April 2026. Diangkat ke layar oleh sutradara Teddy Soeriaatmadja, ceritanya berpusat pada Luka, seorang sous chef yang ambisius. Peran itu dipercayakan kepada Mawar Eva de Jongh.
Luka punya satu tujuan besar: mengambil alih posisi head chef di restoran legendaris Umah Rasa. Restoran itu sendiri adalah milik ibunya, Sari, yang diperankan dengan apik oleh Sha Ine Febriyanti. Tapi jalan menuju puncak tak pernah mulus, bukan?
Masalahnya muncul ketika Dennis diperankan Deva Mahenra datang dan justru mendapat kepercayaan dari Sari. Dennis langsung dapat peran penting di dapur itu. Situasi ini, tentu saja, memantik persaingan sengit.
Persaingan Panas di Balik Kompor
Terpaksa harus kerja sama dengan Dennis, Luka jelas tidak nyaman. Di sisi lain, Dennis malah melihat ini sebagai peluang emas. Ambisinya sendiri adalah meraih bintang Craft, sebuah penghargaan prestisius di dunia kuliner.
Menurut Mawar, konflik yang dihadapi Luka ini sarat dengan emosi yang kompleks. Ada pergumulan batin antara tekanan ambisi pribadi dan ikatan keluarga yang rumit. “Hubungan Luka dengan ibunya itu seperti lengkuas dalam rendang,” ujar Mawar, mencoba menggambarkan dinamika itu.
“Dihindari ketika makan, tapi sebenarnya dibutuhkan untuk membuat rendang.”
Lucunya, rivalitas mereka justru mendongkrak kualitas restoran Umah Rasa. Persaingan itu memacu keduanya untuk terus berinovasi, menciptakan atmosfer kompetitif yang produktif di dapur.
Lokasi Syuting yang Nyaris Mirip Aslinya
Suasana kompetitif itu ternyata tak cuma di cerita. Proses syutingnya sendiri sangat intens. Bayangkan saja, lokasi dapur dibuat sangat profesional dengan banyak kompor menyala. Panasnya bukan main, dan nuansa rivalitas di layar jadi terasa begitu nyata.
Agar terlihat meyakinkan, para aktor pun dilatih untuk berdisiplin tinggi. Mereka harus paham ritme dan tekanan di dapur kelas atas. Realisme dalam setiap adegan memasak jadi prioritas.
Sha Ine Febriyanti, yang berperan sebagai chef pemilik restoran, sampai berdecak kagum. “Sangat disiplin. Sangat keras… mungkin agak lebih tegas ya, untuk bagaimana mereka bisa memberikan yang terbaik,” katanya mengenai dunia kuliner yang ia pelajari.
“Layanan para koki tuh luar biasa, jadi saya sangat salut sekali dengan mereka.”
Serial delapan episode ini juga menampilkan Adipati Dolken dan Asmara Abigail. Kehadiran mereka tentu menambah warna dan dinamika konflik yang sudah memanas di dapur Umah Rasa. Ceritanya menjanjikan lebih dari sekadar pertarungan bumbu dan wajan.
Artikel Terkait
IMIP Bangun Drainase 8,2 Km di Jalur Trans Sulawesi, Target Rampung 2026
Anggota DPRD Serang Usulkan Puskesmas Terapung untuk Pulau Tunda dan Panjang
Mahasiswi Universitas Budi Luhur Laporkan Dosen ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Panggil Sejumlah Kepala Dinas Cilacap Terkait Kasus Pemerasan Bupati