ucap Jaja sambil berusaha melepaskan plastik itu dari mata kailnya.
Meski begitu, dia tak sepenuhnya kecewa. Menurutnya, Kali Angke yang alirannya sampai ke Kapuk ini masih menyimpan kehidupan. Berbagai limbah memang bercampur di airnya, tapi beberapa jenis ikan masih bertahan.
"Ada aja tawes ya kadang-kadang, ikan mas,"
katanya.
Di sinilah, bagi warga seperti Okim dan Jaja, kesabaran benar-benar diuji. Menunggu strike itu jadi hiburan sendiri di sela rutinitas. Hasil tangkapan boleh saja tak seberapa, tapi kepuasan saat umpan disambar ikan? Itu yang bikin ketagihan.
Jaja pun tersenyum mengenang. "Pernah lele, (ukuran) se-tangan lah,"
kenangnya tentang salah satu hasil pancingan terbaiknya di kali yang sama.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional