Suasana makin tegang di Selat Hormuz. Amerika Serikat, lewat pernyataan resmi komando militernya, mengindikasikan bakal ada serangan baru di wilayah Iran. Mereka bahkan sudah memperingatkan warga sipil, khususnya yang bekerja di pelabuhan sepanjang selat itu, untuk menjauh dari fasilitas militer Iran.
“Para pekerja pelabuhan Iran, personel administrasi, dan awak kapal komersial harus menghindari kapal angkatan laut Iran dan peralatan militer,” begitu bunyi pernyataan United States Central Command (CENTCOM) yang dilaporkan Al Jazeera, Rabu lalu.
Peringatan itu bukan tanpa sebab. Menurut sejumlah saksi, situasi di sana memang sudah seperti bubuk mesiu. Garda Revolusi Iran sudah menutup total Selat Hormuz, menyusul konflik dengan AS dan Israel. Kapal-kapal perang mereka berjaga ketat, siap mencegah lalu lintas kapal apa pun yang coba melintas tanpa izin.
Dan baru-baru ini, ancaman itu benar-benar terjadi. Garda Revolusi melancarkan serangan ke dua kapal yang melintas. Salah satu korbannya adalah kapal barang asal Thailand.
“Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, terkena proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC,” klaim pihak Garda Revolusi lewat kantor berita ISNA.
Komandan angkatan laut mereka, Alireza Tangsiri, bahkan menegaskan aturan baru dengan nada keras di media sosial.
“Setiap kapal yang bermaksud untuk lewat harus mendapatkan izin dari Iran,” tulisnya di platform X.
Di sisi lain, otoritas Thailand akhirnya buka suara. Kementerian Transportasinya mengonfirmasi, 20 awak kapal Mayuree Naree berhasil selamat. Namun, nasib tiga orang lainnya masih gelap. Mereka hilang setelah ledakan hebat menghantam buritan kapal dan memicu kebakaran di ruang mesin tempat ketiganya sedang bertugas.
Kabar baiknya, para awak yang selamat itu berhasil dievakuasi dengan sekoci dan kemudian diselamatkan oleh angkatan laut Oman. Tapi insiden ini jelas memperkeruh keadaan. Dengan AS yang bersiap menyerang dan Iran yang bersikukuh mengontrol selat vital itu, ketegangan di perairan itu sepertinya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Jembatan Garuda Merah Putih Gagasan Prabowo, Warga Blora Kini Bisa Bernapas Lega
PBNU Putuskan Muktamar Digelar Agustus 2026, Bentuk Panitia Persiapan
LavAni Juara Proliga 2026, Ibas Yudhoyono Ucapkan Selamat dan Apresiasi Peran SBY
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Amankan 220 Kilogram Narkoba Siap Edar