PSM Makassar Kalah Telak 0-3 dari Arema FC, Posisi di Papan Tengah Kian Terancam Degradasi

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:30 WIB
PSM Makassar Kalah Telak 0-3 dari Arema FC, Posisi di Papan Tengah Kian Terancam Degradasi

Tekanan terhadap PSM Makassar semakin besar di pengujung Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Sabtu (9/5/2026), Pasukan Ramang justru tumbang dengan skor telak 0-3 dari Arema FC pada pekan ke-32.

Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiga poin. Di tengah persaingan papan bawah yang semakin panas, hasil di Malang membuat posisi PSM makin rawan terseret ke zona degradasi. Dengan koleksi 34 poin, Juku Eja masih tertahan di peringkat ke-13 dan kini mulai bergantung pada hasil tim lain untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi.

Salah satu pertandingan yang kini menjadi perhatian besar publik Makassar adalah duel Persebaya Surabaya kontra Persis Solo. PSM berharap Persebaya mampu mengalahkan Persis agar persaingan papan bawah tetap menguntungkan bagi Pasukan Ramang. Dalam situasi sekarang, setiap hasil pertandingan rival menjadi sama pentingnya dengan laga yang dimainkan sendiri.

Ironisnya, PSM sebenarnya datang ke Kanjuruhan dengan modal kepercayaan diri cukup tinggi setelah sebelumnya meraih kemenangan penting atas Bhayangkara Lampung FC. Kembalinya sang kapten, Yuran Fernandes, juga sempat dianggap sebagai tambahan kekuatan besar di lini belakang. Namun pertandingan justru berubah menjadi mimpi buruk.

Sejak menit awal, Arema FC langsung tampil agresif melalui pergerakan Dalberto dan Gabriel Silva. Tekanan cepat dari tuan rumah membuat pertahanan PSM kesulitan mengembangkan permainan. Petaka datang pada menit ke-10. Yuran Fernandes melakukan pelanggaran terhadap Gabriel Silva di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Dalberto yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Arema FC unggul 1-0. Gol cepat tersebut membuat laga berjalan sesuai ritme yang diinginkan Singo Edan.

PSM sempat mencoba keluar dari tekanan. Alex Tanque memperoleh peluang lewat tendangan spekulatif pada menit ke-14, tetapi arah bola masih belum tepat sasaran. Kesempatan emas lain datang melalui Arfan di menit ke-30. Sayangnya, penyelesaian akhirnya kembali gagal menggetarkan gawang Hilman Syah. Menjelang akhir babak pertama, kedua tim sempat saling menyerang. Namun hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Arema tetap bertahan.

Masuk babak kedua, PSM mencoba tampil lebih menekan. Ananda Raehan sempat memberi ancaman di awal babak kedua, tetapi belum cukup membongkar disiplin pertahanan Arema FC. Alih-alih menyamakan kedudukan, PSM justru kembali kebobolan pada menit ke-53. Gabriel Silva melakukan tusukan cepat ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang gagal diantisipasi penjaga gawang PSM. Skor berubah menjadi 2-0 dan situasi semakin sulit bagi Pasukan Ramang.

Kerapuhan lini belakang PSM kembali terlihat beberapa menit kemudian. Pada menit ke-69, Joel Vinicius memanfaatkan kesalahan koordinasi pertahanan lawan untuk mencetak gol ketiga Arema FC lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti. Gol tersebut praktis mematikan perlawanan PSM Makassar.

Meski tertinggal tiga gol, PSM sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 59 persen dibanding 41 persen milik Arema FC. Namun dominasi tersebut tidak diiringi efektivitas di depan gawang. Mereka mampu membangun serangan dan mengontrol tempo permainan, tetapi gagal menciptakan penyelesaian akhir yang benar-benar berbahaya. Sebaliknya, Arema tampil jauh lebih efisien. Setiap kesalahan kecil di lini belakang PSM langsung dihukum menjadi peluang berbahaya. Efektivitas itulah yang menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.

Kekalahan di Kanjuruhan memperlihatkan masalah terbesar PSM musim ini: inkonsistensi. Dalam beberapa laga mereka mampu tampil disiplin dan solid, tetapi di pertandingan lain pertahanan bisa runtuh dengan mudah. Situasi itu membuat Pasukan Ramang terus berada dalam tekanan hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.

Kini, dua laga tersisa berubah menjadi pertandingan hidup mati. PSM tidak hanya dituntut memenangkan laga mereka sendiri, tetapi juga berharap rival-rival di papan bawah terpeleset. Karena itu, duel Persebaya melawan Persis Solo kini ikut dipantau serius oleh publik Makassar. Jika Persis mampu meraih poin, tekanan terhadap PSM akan semakin besar. Sebaliknya, kemenangan Persebaya bisa sedikit menjaga jarak aman Pasukan Ramang dari ancaman degradasi yang kini mulai terasa nyata. Dan setelah kekalahan telak di Kanjuruhan, alarm bahaya benar-benar telah berbunyi di Makassar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar