Dominasi atlet akuatik Sulawesi Selatan di panggung nasional kembali terukir. Pada Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sejak 5 hingga 7 Mei 2026, kontingen Sulawesi Selatan berhasil memboyong total delapan medali emas, lima perak, dan empat perunggu. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu kekuatan utama dalam cabang olahraga akuatik tanah air.
Kejayaan Sulawesi Selatan sudah terlihat sejak hari pertama. Andi Ahza menjadi pembuka keran medali emas setelah memenangi nomor Torpedo KU-B dan Side Kick KU-B. Sementara itu, Nur Alyssa menyumbangkan medali perak dari nomor Solo Free Junior, dan duet Bellvania serta Shaquilla meraih perunggu pada nomor Duet Free KU-B. Hari pertama pun ditutup dengan raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Dominasi tersebut tidak mereda pada hari kedua. Aqilah Davana merebut emas di nomor Figure KU-B, disusul Bellvania yang tampil gemilang dengan menjadi juara pada nomor Solo Free KU-B. Rani Asriani Rahman juga menambah pundi-pundi emas setelah memenangi nomor Solo Technical Women KU-Junior. Sulawesi Selatan nyaris memborong podium di sejumlah nomor lain melalui medali perak dan perunggu yang diraih Bellvania, Siti Khofifah, Auliya Mustika Putri, Rasya Annisa Rahman, hingga Andi Ahza. Secara keseluruhan, pada hari kedua kontingen Sulsel mengoleksi tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Memasuki hari ketiga, giliran Ariana Khanzana yang menjadi bintang. Atlet muda ini sukses meraih dua medali emas sekaligus. Ia menjadi juara di nomor Solo Free KU-C dan kembali menyumbangkan emas bersama Dafinah Zarah pada nomor Duet Free KU-C. Tim Sulsel juga berhasil menjadi juara di nomor Team Free KU-B. Hari terakhir kompetisi pun ditutup dengan tambahan tiga emas dan satu perunggu.
Di balik rentetan prestasi tersebut, terdapat kisah perjuangan yang tidak sederhana. Pelatih Akuatik Sulawesi Selatan, Selvi Melowa, menegaskan bahwa capaian ini menjadi jawaban atas keraguan terhadap pembinaan olahraga yang dijalankan secara mandiri.
“Kami berterima kasih atas kepedulian Pak Ketua yang berkorban penuh untuk mengirimkan anak-anak kita atlet akuatik ke kejurnas kali ini, yang dijawab dengan prestasi,” ujar Selvi.
Sementara itu, Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Sulawesi Selatan, Amirullah Nur Saenong, mengapresiasi perjuangan para atlet yang berhasil membawa nama daerahnya bersinar di tingkat nasional. Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum strategis untuk melangkah lebih jauh.
“Alhamdulillah, anak-anak kita mampu memberikan yang terbaik pada Kejurnas Akuatik 2026 ini. Kejurnas ini menjadi momentum terbaik untuk peningkatan prestasi lebih maksimal lagi ke depannya hingga ke pentas dunia,” tambahnya.
Artikel Terkait
Ekonom UGM Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bukan Sekadar Perdagangan, Melainkan Ancaman Penjajahan Modern
Persiba Balikpapan Selamat dari Degradasi Usai Kalahkan Persekat Tegal 2-1 di Laga Panas Penuh Kontroversi
Persik Kediri Hajar Semen Padang 3-0 di Kandang, Perpanjang Derita Tim Terdegradasi
Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bahan Bakar Pesawat