Rem Blong di Turunan Lendah, Truk Besi Terguling dan Jepit Kernet

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:24 WIB
Rem Blong di Turunan Lendah, Truk Besi Terguling dan Jepit Kernet

Senin (2/2) pagi di Lendah, Kulon Progo, suasana tiba-tiba ricuh. Sebuah truk pengangkut besi terlihat oleng di jalan turunan sebelum akhirnya terperosok dan terguling. Muatan besi yang dibawanya berhamburan, menimpa kabin hingga membuat seorang kernet muda terjepit di dalamnya.

Menurut Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, penyebabnya diduga rem blong. Truk itu sempat menabrak seorang pengendara motor sebelum akhirnya kehilangan kendali.

“Kronologi kejadian yang kami terima, truk yang membawa material besi mengalami rem blong di jalan turunan. Truk sempat menabrak satu pengendara motor sebelum akhirnya terperosok dan terguling sehingga muatan besi menimpa kabin truk dan menyebabkan satu orang terjepit di dalam kabin,” jelasnya.

Mendapat laporan itu, tim gabungan langsung bergerak. Satu tim dari Kantor SAR Yogyakarta dan satu tim dari Pos SAR Kulon Progo diterjunkan dengan peralatan ekstrikasi lengkap. Mereka harus bekerja cepat untuk mengevakuasi korban yang masih terperangkap.

Prosesnya tidak mudah. Butuh waktu sekitar dua jam bagi para petugas untuk membebaskan korban. Untungnya, upaya itu berbuah hasil.

“Setelah kurang-lebih dua jam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan, satu korban yang terjepit berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Korban langsung dibawa ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Rio.

Ia menambahkan, “Korban yang terjepit merupakan kernet truk.”

Kernet itu bernama Evan, seorang pemuda 19 tahun asal Purwokerto. Ia berhasil diselamatkan dengan selamat. Sementara sopir truk, Koko (48), juga dilarikan ke rumah sakit, tepatnya RS Nyi Ageng Serang di Kulon Progo. Kabar baiknya, pengendara motor yang tertabrak pun selamat. Keadaan bisa saja jauh lebih buruk.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar