Kremlin Perketat Keamanan Putin di Tengah Kekhawatiran Kudeta dan Gelombang Pembunuhan Tokoh Militer

- Selasa, 05 Mei 2026 | 04:15 WIB
Kremlin Perketat Keamanan Putin di Tengah Kekhawatiran Kudeta dan Gelombang Pembunuhan Tokoh Militer

Kremlin secara drastis memperketat sistem keamanan pribadi Presiden Vladimir Putin, termasuk memasang perangkat pengawasan di kediaman para staf terdekat, sebagai respons terhadap gelombang pembunuhan tokoh militer Rusia dan kekhawatiran akan upaya kudeta. Langkah-langkah ini terungkap dalam laporan badan intelijen Eropa yang diperoleh CNN, menggambarkan tingkat paranoia yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkaran dalam kekuasaan Moskow.

Berdasarkan dokumen tersebut, para juru masak, pengawal, dan fotografer yang bekerja langsung dengan presiden dilarang menggunakan transportasi umum. Setiap pengunjung yang ingin menemui kepala Kremlin harus menjalani pemeriksaan ganda, sementara mereka yang bekerja dalam jarak dekat dengannya hanya diizinkan menggunakan telepon tanpa akses internet. Kebijakan ini mulai diterapkan dalam beberapa bulan terakhir, menyusul tewasnya seorang jenderal tinggi pada Desember lalu, yang memicu perselisihan internal di jajaran puncak lembaga keamanan Rusia.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa para pejabat keamanan telah secara signifikan mengurangi jumlah lokasi yang rutin dikunjungi Putin. Ia bersama keluarganya tidak lagi mengunjungi kediaman biasa mereka di wilayah Moskow dan properti musim panas di Valdai, yang terletak di antara St. Petersburg dan ibu kota. Hingga tahun ini, Putin belum sekalipun menginspeksi fasilitas militer, berbeda dengan rutinitas kunjungan tahun sebelumnya. Untuk mengelabui publik, Kremlin disebut kerap merilis rekaman gambar presiden yang telah direkam sebelumnya.

Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Putin juga menghabiskan waktu berminggu-minggu di bunker yang telah diperkuat, terutama di Krasnodar, kawasan pesisir Laut Hitam yang berjarak beberapa jam perjalanan dari Moskow. Dokumen intelijen itu muncul di tengah meningkatnya tekanan multidimensi yang dihadapi Kremlin, empat tahun setelah perang brutal dimulai. Kerugian personel militer Rusia diperkirakan mencapai sekitar 30.000 orang tewas dan terluka setiap bulan, sementara perolehan wilayah di garis depan terbatas dan serangan drone Ukraina kian sering menembus jauh ke wilayah Rusia.

Dampak ekonomi perang kini mulai terasa nyata di kalangan elit perkotaan. Gangguan data telepon seluler yang kerap melumpuhkan kota-kota besar telah memicu kemarahan, bahkan di kalangan borjuis yang selama ini setia kepada Putin. Situasi ini menambah kesan bahwa perang mulai menghantam kelompok yang sebelumnya relatif terlindungi dari dampak langsung invasi.

Laporan intelijen tersebut juga menguraikan detail yang berpotensi memalukan tentang perselisihan di komando keamanan dan militer Rusia. Pertikaian internal menyangkut siapa yang bertanggung jawab atas perlindungan para petinggi telah mendorong peninjauan ulang protokol keamanan Putin dan perluasan pengawalan ketat kepada sepuluh komandan senior lainnya. Sejak awal Maret 2026, Kremlin dan Putin sendiri dilaporkan sangat khawatir terhadap kebocoran informasi sensitif serta risiko rencana kudeta yang menargetkan presiden.

“Ia sangat waspada terhadap penggunaan drone untuk kemungkinan upaya pembunuhan oleh anggota elit politik Rusia,” demikian bunyi laporan tersebut.

Kesimpulan paling mencolok dalam dokumen itu menyangkut mantan orang kepercayaan Putin, Sergei Shoigu. Mantan menteri pertahanan yang kini terpinggirkan dan menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan dikaitkan dengan risiko kudeta karena masih mempertahankan pengaruh signifikan di dalam komando tinggi militer. Penangkapan Ruslan Tsalikov, mantan wakil dan rekan dekat Shoigu, pada 5 Maret lalu dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian perlindungan diam-diam di antara para elit, yang melemahkan posisi Shoigu dan meningkatkan kemungkinan dirinya menjadi target penyelidikan yudisial.

Komite investigasi Rusia dalam pernyataan resminya menyebut Tsalikov ditangkap atas tuduhan penggelapan, pencucian uang, dan penyuapan. Kasus korupsi di kalangan elit militer sebenarnya sering terjadi, namun frekuensinya meningkat drastis sejak invasi Ukraina dimulai. Putin sendiri selamat dari upaya kudeta sebelumnya pada Juni 2023, ketika bos tentara bayaran Yevgeny Prigozhin memimpin serangan gagal ke Moskow.

Perselisihan internal di kalangan elit Moskow memang kerap menjadi subjek spekulasi besar, namun jarang terungkap secara gamblang. Di tengah invasi Ukraina yang berkepanjangan dan berkurangnya dukungan Amerika Serikat untuk Kyiv, badan intelijen Eropa memiliki motivasi signifikan untuk menunjukkan meningkatnya perselisihan dan paranoia di Kremlin. Meski demikian, sifat intelijen semacam itu membuat beberapa detail sulit diverifikasi secara independen. CNN telah menghubungi Kremlin untuk meminta tanggapan.

Beberapa langkah keamanan yang dirinci, seperti pemeriksaan tubuh intensif, penghindaran penggunaan ponsel pintar, dan pembatasan pergerakan presiden, sebelumnya telah dilaporkan atau secara luas diasumsikan. Putin masih sering tampil di depan umum, seperti saat bertemu dengan pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dan menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, pekan ini. Namun, kebiasaan mengisolasi diri sebenarnya sudah dimulai sejak pandemi Covid-19, ketika ia kerap duduk di ujung meja panjang terpisah dari tamu-tamu pentingnya.

Rangkaian langkah keamanan baru ini muncul beberapa hari setelah Moskow mengumumkan perubahan signifikan pada parade Lapangan Merah 9 Mei, yang memperingati kemenangan atas Nazi Jerman. Untuk tahun kelima sejak invasi skala penuh ke Ukraina, parade akan berlangsung tanpa persenjataan berat seperti kendaraan lapis baja dan rudal. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengindikasikan ancaman dan keberhasilan serangan jarak jauh Ukraina baru-baru ini sebagai salah satu motivasi di balik pengurangan skala parade.

“Dengan latar belakang ancaman teroris ini, tentu saja, semua tindakan sedang diambil untuk meminimalkan bahaya,” ujar Peskov.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar