Pertagas Resmi Ditunjuk sebagai Operator Pipa Gas Cisem II, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

- Kamis, 07 Mei 2026 | 19:30 WIB
Pertagas Resmi Ditunjuk sebagai Operator Pipa Gas Cisem II, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah terus memperkuat infrastruktur energi nasional demi mewujudkan pasokan yang lebih andal dan berkelanjutan. Langkah terbaru yang ditempuh adalah penetapan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur, atau yang dikenal dengan Cisem II. Penunjukan ini merupakan hasil dari proses tender pemilihan mitra yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui LEMIGAS pada April 2026 lalu.

Keberadaan Cisem II dinilai menjadi bagian krusial dalam pengembangan jaringan transmisi gas bumi nasional. Pipa ini merupakan kelanjutan dari Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) yang pada tahap sebelumnya telah beroperasi untuk ruas Semarang-Batang atau Cisem I. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya memperluas jangkauan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan energi Indonesia secara keseluruhan.

Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki pengalaman sebagai operator Pipa Cisem I sejak tahun 2023. Menurutnya, kompetensi dan pengalaman tersebut menjadi modal utama yang menunjukkan kesiapan perusahaan untuk mengoperasikan seluruh jaringan pipa tersebut.

“Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan handal adalah kunci untuk mempercepat transisi energi nasional dengan gas bumi. Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem ini akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya atas energi yang bersih, lalu juga memberikan nilai tambah sektor hulu migas, dan yang terpenting adalah mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

Pipa Cisem II, imbuh Indra, merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengintegrasikan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia. Saat ini, lokasi sumur gas bumi yang berbeda dengan pasar pengguna utama telah terhubung melalui Pipa Transmisi Cirebon-Semarang dan Pipa Transmisi Gresik-Semarang. “Jadi, Pipa Cisem II sepanjang ±242 km menjadi game changer, karena terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga akan memperkuat keandalan penyaluran di infrastruktur energi di Pulau Jawa,” imbuh Indra.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menambahkan bahwa jaringan Pipa Cisem II saat ini sudah terintegrasi dengan Ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Batang (KITB) di Jawa Tengah yang dioperasikan Pertagas dan Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Operation West Java Area milik Pertagas. “Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan kehandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” ujar Agung.

Terintegrasinya Pipa Cisem II dengan infrastruktur transmisi gas bumi nasional di lingkungan Subholding Gas tidak hanya memperkuat pasokan energi bagi sektor strategis seperti kilang, pupuk, dan pembangkit listrik. Lebih dari itu, proyek ini juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan gas untuk rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur pipa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar