Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa

- Kamis, 12 Maret 2026 | 01:15 WIB
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa

Sirene peringatan tiba-tiba membelah kesunyian dini hari di Tel Aviv, Rabu kemarin. Suaranya meraung-raung, memaksa warga yang tertidur lelap terjaga dan bergegas mencari perlindungan. Ini bukan latihan. Langit kota itu sendiri, tak lama kemudian, mulai dihujani oleh rudal-rudal yang datang dari Iran.

Menurut sejumlah saksi, cahaya-cahaya terang dari sistem pertahanan udara Iron Dome terlihat berkelebat, berusaha mencegat ancaman yang datang. Di bawahnya, suasana chaos tapi teratur. Warga sudah terlatih, mereka segera berhamburan menuju bunker-bunker terdekat, menghindari kemungkinan ledakan dan serpihan.

Serangan besar-besaran ini, kata pihak Iran, adalah balasan. Sebuah respons keras atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari lalu. Operasi itu berakhir tragis dengan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Teheran tak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai fasilitas militer AS dan Israel di seluruh Timur Tengah. Ketegangan yang sudah memanas selama hampir dua pekan ini benar-benar mencapai titik puncaknya.

Dan Tel Aviv bukan satu-satunya target. Angkatan Darat Iran juga mengklaim telah mengerahkan armada dronenya untuk menghantam Haifa. Sasaran mereka di kota pelabuhan itu cukup vital: kilang minyak, fasilitas pengolahan gas, hingga tempat penyimpanan bahan bakar.

Dalam pernyataan resminya, militer Iran bersikukuh. "Ini adalah jawaban atas serangan Zionis terhadap depot minyak kami," begitu kira-kira bunyinya. Mereka berjanji pertempuran melawan "AS dan Zionis Israel pembunuh anak-anak" akan terus berlanjut. Sampai kemenangan akhir, kata mereka, direngkuh.

Di sisi lain, situasi di Teheran sendiri sempat tak kalah mencekam beberapa hari sebelumnya. Serangan yang dituduhkan kepada AS dan Israel menghantam Jalan Raya Martir Bagheri, Selasa lalu. Akibatnya, empat orang tewas dan beberapa lainnya terluka.

Kerusakan infrastruktur dan kendaraan di ruas tol arah selatan itu sempat parah. Namun begitu, Wali Kota Teheran melaporkan bahwa lalu lintas bisa dipulihkan dengan cepat. "Jalan sudah dibuka kembali dalam waktu satu jam setelah ledakan," ujarnya. Itu semua berkat kerja cepat tim darurat dan petugas kota.

Kini, langit Timur Tengah kembali gelap, tapi bukan oleh malam. Ancaman masih menggantung. Dan setiap pihak sepertinya sudah siap dengan senjatanya masing-masing.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar