Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyayangkan ketajaman penyelesaian akhir yang kurang maksimal meskipun skuad Garuda berhasil menundukkan Mozambik dengan skor tipis 1-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih berusia 50 tahun itu menilai timnya seharusnya mampu mengunci kemenangan dengan selisih gol yang lebih besar sejak babak pertama. “Saya pikir sebenarnya kami bisa mengunci dan menyelesaikan pertandingan ini sejak babak pertama, dan itulah yang kami harapkan,” ujar Herdman.
“Ada saat-saat ketika pemain tampil di level sangat tinggi. Kami hanya kurang maksimal dalam penyelesaian akhir,” lanjutnya.
Statistik yang tercatat menunjukkan dominasi skuad Garuda sepanjang laga. Penguasaan bola mencapai 60 persen, sementara Ole Romeny dan kawan-kawan melepaskan 15 tembakan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang. Di sisi lain, Mozambik mencatatkan tujuh tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran ke gawang Maarten Paes.
Meski mengkritik efektivitas penyelesaian akhir, John Herdman tetap memberikan apresiasi atas kerja keras dan komitmen para pemain. Pelatih asal Inggris itu menilai kemenangan atas Oman (3-0) dan Mozambik (1-0) dalam FIFA Matchday bukanlah hasil yang mudah, terutama karena laga digelar di tengah kondisi pemain yang baru menyelesaikan musim panjang bersama klub masing-masing.
“Kami berhasil mengalahkan dua tim yang secara peringkat FIFA berada di atas kami dalam jeda internasional yang sangat sulit. Karena itu, saya tetap bangga kepada para pemain. Bulan Juni selalu menjadi periode berat setelah musim kompetisi yang panjang,” jelas Herdman.
Ia juga mengingatkan timnya untuk tetap fokus dan tidak cepat berpuas diri. “Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras untuk persiapan agenda besar berikutnya pada September,” pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Akui Keterbatasan SDM dan Wilayah, Buka Kerja Sama dengan Kortastipidkor Polri
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu, 10 Juni 2026