Prabowo Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Utama Industrialisasi, Dorong Pengusaha Muda Bangkit

- Kamis, 11 Juni 2026 | 07:30 WIB
Prabowo Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Utama Industrialisasi, Dorong Pengusaha Muda Bangkit

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong industrialisasi nasional melalui kebijakan hilirisasi dan penguatan industri dalam negeri. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa hilirisasi menjadi jalan utama untuk membangun industri nasional yang mampu mengolah seluruh komoditas Indonesia di dalam negeri.

“Dan yang paling penting, kita akan melakukan industrialisasi. Kita akan melaksanakan industrialisasi melalui hilirisasi. Semua komoditas kita akan kita olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia,” ujar Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi XVIII di Lampung, Rabu (10/6/2026).

Presiden juga mengajak para pengusaha muda untuk mengambil peran dalam kebangkitan industri nasional. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan agar Indonesia tidak terus-menerus menjadi pasar bagi bangsa lain. “Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit, karena kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita tidak mau,” tegasnya.

Bagi Prabowo, pasar Indonesia harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat sendiri. Ia mencontohkan, setelah 81 tahun merdeka, Indonesia sudah semestinya memiliki mobil buatan sendiri. “Pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia. Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, upaya membangun industri otomotif nasional telah mulai dirintis melalui produksi mobil Maung oleh PT Pindad. Prabowo menyebutkan bahwa kendaraan tersebut kini sudah digunakan oleh TNI dan dirinya sendiri sebagai presiden. “Kita sudah mulai merintis sekarang. TNI sudah pakai jeep buatan putra-putri Indonesia sendiri. Presidenmu, saya sekarang pakai mobil buatan rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.

Pernyataan itu sontak disambut antusias oleh para peserta Munas HIPMI XVIII. Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya menggunakan mobil Maung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk nasional. “Jadi saudara-saudara, beberapa hari yang lalu saya dengar pembicaraan di antara anak buah saya. Mereka tanya, ‘Eh, harga mobil ini berapa ya? Harga mobil itu berapa ya?’ Saya pikir, wah, aku sudah tidak bisa lagi tanya-tanya seperti itu. Suka tidak suka, karena saya Presiden, saya harus kasih contoh. Saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia,” cerita Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa membangun produk nasional membutuhkan proses dan penyempurnaan. Ia pun berbagi pengalaman saat menggunakan mobil Maung yang sempat mengalami kebocoran akibat hujan deras. “Saya pakai Maung. Nah, suatu saat saya ini suka tidur di mobil. Suatu saat saya tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan deras di luar, tahu-tahu, tek, tek. Saya bangun, rupanya bocor. Ya, namanya baru, ya kan. Saya kirim kembali, ini kan buatan Pindad. Eh, Pindad, tolonglah bocornya dikurangi,” kata Prabowo.

“Habis itu, pakai mobil naik gunung, geledak-geledak, geledak-geledak. Tapi geledak tidak apa-apa. Demi nasionalisme, saya tetap pakai mobil ini,” lanjutnya.

Prabowo kemudian mengajak para peserta Munas HIPMI XVIII untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap karya anak bangsa, sebagaimana menghargai perjuangan orang tua. “Saudara-saudara, harus ingat orang tuamu. Waktu kau kecil, orang tuamu berjuang keras mencari sepatu untuk berangkat sekolah, mencari baju untuk kamu. Mungkin temanmu sepatunya lebih bagus, tetapi ini sepatu dari orang tuamu. Mau bagus, mau bocor, mau geledak-geledak, mobil itu buatan anak-anak Indonesia. Berarti dari ibu kita, Ibu Pertiwi,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar