Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke Iran, kali ini menargetkan sejumlah lokasi di dekat Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa titik, menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin memanas antara kedua negara.
Media Iran melaporkan bahwa suara ledakan menggema di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Pulau Qeshm, serta kota Minab dan Sirik. Sumber-sumber setempat menyebut adanya serangan proyektil musuh yang menghantam wilayah Qeshm dan dua kota lainnya, Kargan dan Sirik. Peristiwa ini terjadi setelah Washington secara resmi mengakui telah melakukan apa yang mereka sebut sebagai serangan defensif.
Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika melancarkan serangan pertahanan diri tambahan pada pukul 17.15 waktu Timur terhadap beberapa target di Iran. Militer AS menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons langsung terhadap apa yang mereka deskripsikan sebagai agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap Iran yang dinilainya terlalu berlarut-larut dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai. Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menulis bahwa Iran kini harus membayar harga atas kelambanan mereka. Ia menyebut militer Iran telah dikalahkan dan menuliskan pernyataan bernada keras, "Si Pengganggu Timur Tengah telah MATI!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!"
Sikap keras Trump ini kontras dengan pernyataannya sehari sebelumnya, pada Selasa (9/6), ketika ia masih menyuarakan optimisme bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Trump bahkan yakin kesepakatan dapat diraih dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Namun, perubahan sikap yang drastis ini terjadi setelah serangkaian insiden militer yang saling balas antara kedua pihak.
Pada Selasa malam, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter Amerika pada hari Senin (8/6). Ledakan saat itu juga dilaporkan oleh media Iran di sepanjang pantai selatan negara tersebut. Komando Pusat AS kemudian menyatakan bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika memiliki stasiun komando dan kendali, pertahanan, serta pengawasan di kawasan itu. Sebagai respons, Iran mengaku telah menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di Yordania dan Bahrain pada hari Rabu, memperkuat siklus serangan balasan yang terus berlangsung.
Artikel Terkait
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 7 Jam di Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Trump Klaim Pejabat Iran Telepon dan Minta Hentikan Serangan AS
Siswi SD di Sukabumi Menangis Gagal Selesaikan OSN Akibat Pemadaman Listrik Mendadak
Yahya Zaini: Audit BPK Jadi Acuan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis