Jakarta, 12 Maret 2026 – Lagi-lagi, nama PT Statika Mitra Sarana (SMS) muncul dalam sorotan KPK. Perusahaan ini disebut terlibat dalam kasus suap proyek di Rejang Lebong, Bengkulu. Tapi ternyata, ini bukan kali pertama mereka bermasalah.
Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, membuka data lama. Di Gedung Merah Putih KPK, ia mengungkapkan bahwa PT SMS punya catatan hitam serupa.
Begitu penjelasan Asep, seperti dilansir dari Antara.
Lalu, kenapa hal ini penting untuk diungkap sekarang? Menurut Asep, tujuannya jelas: agar para pejabat di daerah, khususnya Bengkulu, jangan lagi memilih penyedia barang dan jasa yang punya rekam jejak korupsi.
ujarnya tegas. Harapannya, ke depan, yang dipilih adalah perusahaan-perusahaan bersih yang bekerja dengan benar.
Artikel Terkait
Belift Lab Umumkan Lee Heeseung Keluar dari ENHYPEN
Dampak Perang Timur Tengah: Pakistan Tutup Sekolah, Thailand WFH untuk Hemat Energi
Pakistan dan Thailand Terapkan Kebijakan Darurat Hemat Energi Imbas Perang Timur Tengah
Pakistan dan Thailand Terapkan Kebijakan Penghematan Energi Imbas Ketegangan Timur Tengah