Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Triwulan I 2026 Tembus 8 Persen, Didorong Belanja Pemerintah yang Melonjak 20 Persen

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:10 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Triwulan I 2026 Tembus 8 Persen, Didorong Belanja Pemerintah yang Melonjak 20 Persen

Perekonomian Kota Pekanbaru pada triwulan pertama tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan, ditopang oleh lonjakan signifikan pada belanja pemerintah serta penguatan konsumsi rumah tangga. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru pada awal Juni 2026 menunjukkan sejumlah indikator utama bergerak positif jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara tahunan.

Pengeluaran konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,03 persen, sementara pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) meningkat 4,13 persen. Namun, pertumbuhan paling mencolok terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah yang melesat hingga 20,69 persen. Di sisi lain, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang merepresentasikan investasi juga mengalami kenaikan sebesar 8,55 persen.

Capaian ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Kenaikan belanja pemerintah yang cukup tinggi diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, mempercepat perputaran uang, serta memperkuat sektor usaha dan jasa di daerah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik data tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar delapan persen secara tahunan pada triwulan pertama merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya mengelola belanja daerah secara lebih efektif dan tepat sasaran agar mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian. “Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Agung menilai tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah hingga lebih dari 20 persen menunjukkan bahwa percepatan realisasi anggaran mampu menjadi stimulus ekonomi yang efektif. “Belanja pemerintah bukan hanya soal administrasi anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan investasi yang tercermin dari peningkatan PMTB sebesar 8,55 persen menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Pekanbaru semakin baik. “Ini menjadi sinyal positif bagi kita semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.

Ke depan, Agung menegaskan pemerintah kota akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, serta optimalisasi pendapatan daerah. “Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha yang lebih luas,” tutupnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar