Prabowo: Indonesia Butuh Banyak Orang Pintar untuk Kuasai Sains dan Teknologi

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Prabowo: Indonesia Butuh Banyak Orang Pintar untuk Kuasai Sains dan Teknologi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menguasai sains dan teknologi sebagai fondasi membangun bangsa. Hal ini disampaikannya saat memberikan taklimat kepada para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan kembali pesan Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang juga dikenal sebagai profesor ternama. "Jadi kita cari penyebabnya apa, baru kita harus berani berbuat. Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter, banyak orang pinter," ujar Prabowo.

"Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, oke kita nggak usah takut, 1 persen saja orang pinter di Indonesia, 1 persen saja itu hampir 3 juta orang," lanjutnya.

Menurut Prabowo, Indonesia sebenarnya memiliki bahan baku SDM yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus dicari, dibina, diberikan kesempatan, hingga didukung agar mampu menghasilkan inovasi bagi kemajuan bangsa. "Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali. Tapi ya, apa pun yang kita punya, harus saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses," kata dia.

Prabowo menekankan bahwa kebangkitan Indonesia harus dibangun dengan pendekatan yang ilmiah dan rasional. Menurutnya, pendekatan yang tidak didasarkan pada rasionalitas berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru. "Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa kita cita-cita semua pendiri bangsa kita termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan, bagaimana satu negara tidak ada ketidakadilan," katanya.

"Nah kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional, ya. Nanti kita akan keliru. Rasional, sains, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya, kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain," pungkas Prabowo.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags