Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merapikan data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak ada penerima yang tercatat ganda.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, banyak ditemukan data ganda di lapangan. Misalnya, seorang anak tercatat sebagai siswa di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. "Nah itu kita rapikan semua," ujarnya usai Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait perbaikan tata kelola MBG di Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Untuk menyinkronkan data, BGN menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta instansi terkait lainnya. "Rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian... datanya saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan... tidak ada double identitas," jelas Sudaryono.
Proses pemaduan data ini diharapkan dapat menghilangkan duplikasi identitas penerima manfaat. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Sudaryono memperkirakan akan ada pengurangan sekitar enam juta data penerima manfaat setelah proses pembersihan data selesai. Namun, ia masih perlu memastikan kembali angka pastinya. "Kalau enggak salah ada pengurangan sekitar enam juta, sudah lupa sih itu," katanya.
Artikel Terkait
Wamendagri Tinjau Penanganan Keracunan MBG di Jayapura
BGN Perketat Standar Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan di Papua
BGN Temukan 6 Juta Data Ganda Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN: Penerima Makan Bergizi Gratis Berkurang 6 Juta Usai Pembersihan Data Ganda