SKK Migas Setujui POD Lapangan Ronggolawe, Target Produksi 5.126 BOPD pada 2029

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:15 WIB
SKK Migas Setujui POD Lapangan Ronggolawe, Target Produksi 5.126 BOPD pada 2029

PT Saka Energi Indonesia (SAKA) kian mengukuhkan langkahnya dalam industri hulu migas nasional melalui persetujuan rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah. Komitmen perusahaan yang berada di bawah naungan Subholding Gas Pertamina ini menjadi bagian dari upaya strategis menjaga ketahanan energi nasional.

Persetujuan atas Rencana Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (POD) tersebut resmi diberikan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lapangan ini ditargetkan dapat mulai berproduksi atau onstream pada akhir tahun 2029.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis, 11 Juni 2026.

Keputusan tersebut didasari oleh analisis komprehensif dari sumur RGL-3 yang memberikan landasan teknis yang kuat. Sebelumnya, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025 sebagai tindak lanjut dari temuan hidrokarbon di sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012. Temuan itu kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada 2024 di WK Pangkah.

Pada puncak produksinya, lapangan ini diproyeksikan mampu menyumbang produksi hingga 5.126 barel minyak per hari (BOPD). Secara keseluruhan, sumber daya yang terkandung diperkirakan mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga masa kontrak kerja sama berakhir. Angka ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi migas nasional.

Keberadaan hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi di lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut terungkap melalui serangkaian evaluasi teknis, meliputi uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lapangan ini prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dalam rencana pengembangan yang telah disetujui, akan dilakukan pengeboran empat sumur pengembangan. Sumur-sumur tersebut selanjutnya akan dihubungkan dengan fasilitas produksi yang sudah ada di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut. Pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Langkah ini sejalan dengan upaya SAKA mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi.

Fuji menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, perusahaan akan mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional.

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” tambahnya.

Dengan dukungan dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja, pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan produksi migas, baik bagi perusahaan maupun secara nasional. Di sisi lain, SAKA berkomitmen untuk memastikan setiap pengembangan yang dilakukan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar