12.500 Guru Penerima Beasiswa Pemerintah Dijadwalkan Wisuda Tahun Ini, Presiden Diminta Hadir Langsung

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:20 WIB
12.500 Guru Penerima Beasiswa Pemerintah Dijadwalkan Wisuda Tahun Ini, Presiden Diminta Hadir Langsung

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa pemerintah pada jenjang diploma empat (D4) dan sarjana (S1) dijadwalkan menyelesaikan pendidikan mereka pada tahun ini. Ia pun menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto berkenan hadir langsung dalam acara wisuda para tenaga pendidik tersebut.

“Kemudian untuk guru juga kami sampaikan bahwa tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL (rekognisi pembelajaran lampau), sudah masuk semester kedua dan Insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” kata Mu’ti kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada kepala negara untuk meresmikan kelulusan ribuan guru tersebut. “Kami rencanakan kalau nanti sudah selesai semua yang 12.500, kami harapkan nanti, kami mohon tadi kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 guru yang mendapatkan beasiswa S1 dengan sistem RPL,” ujarnya.

Sementara itu, pada tahun ini pemerintah kembali membuka kesempatan serupa dengan kuota yang jauh lebih besar. Sebanyak 150.000 guru ditargetkan menerima beasiswa pada jenjang pendidikan yang sama, dan proses pendaftaran masih berlangsung hingga saat ini.

“Nah, tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, Rp 3 juta per semester. Dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” jelas Mu’ti.

Di luar program beasiswa, Mu’ti juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Pemerintah telah menaikkan tunjangan bagi guru honorer menjadi Rp2 juta, sementara guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas hidup para pendidik di tanah air.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar