Pria Tewas Tertabrak Kereta Ekspres Bandara di Perlintasan Green Garden

- Rabu, 11 Maret 2026 | 23:45 WIB
Pria Tewas Tertabrak Kereta Ekspres Bandara di Perlintasan Green Garden

Seorang pria berusia 39 tahun meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (17/1) petang. Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul lima lewat lima puluh menit di perlintasan Green Garden.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengonfirmasi kronologi kejadian. Korban yang diketahui berinisial T itu tewas di tempat.

"Mengalami luka di bagian kepala, robek, pelipis robek, kaki kanan patah. Meninggal dunia di TKP," ujar Joko.

Menurut penjelasan polisi, korban tiba-tiba berusaha menyeberang rel saat pengendara lain sudah berhenti dan menunggu kereta lewat. Situasinya memang berlangsung cepat.

"Menyeberang jalan dari arah timur menuju barat. Setibanya di dekat perlintasan kereta api Green Garden, tertemper Kereta Api Ekspres Bandara Nomor Lokomotif 902," tutur Joko.

Dampak tabrakan itu sangat keras. Korban terpental dan dinyatakan tewas seketika. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses lebih lanjut.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas. Dari rekaman itu, suasana mencekam terlihat jelas. Para pengendara terpaksa berhenti di pinggir rel, sementara sirene peringatan terus berbunyi nyaring. Dua pejalan kaki lain bahkan sempat berlarian menjauh, seolah sudah menduga bahaya yang datang.

Beberapa detik kemudian, kereta ekspres bandara itu melaju kencang dari arah selatan. Nahas, di saat yang hampir bersamaan, korban justru memutuskan untuk menyeberang. Ia berjalan dengan membelakangi arah datangnya kereta. Tabrakan pun tak terelakkan.

Yang membuat suasana makin mencekam, kejadian ini disaksikan langsung oleh puluhan pengendara yang sedang mengantre di perlintasan. Mereka hanya bisa menyaksikan, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Ini bukan kali pertama insiden serupa terjadi di perlintasan kereta ibu kota. Beberapa bulan terakhir, sudah ada beberapa laporan serupa yang berakhir dengan korban jiwa. Sepertinya, kewaspadaan bersama di area rel masih perlu ditingkatkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar