Perusahaan tambang Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) memutuskan untuk menghentikan program buyback sahamnya lebih cepat dari jadwal. Padahal, rencana awalnya program ini akan berjalan hingga Mei 2026. Ternyata, hanya dalam waktu sekitar lima minggu, aksi korporasi ini sudah menyerap lebih dari 10 juta lembar saham dari bursa.
Robertus Maylando Siahaya, Sekretaris Perusahaan Petrindo, menjelaskan keputusan ini. Menurutnya, pengakhiran buyback yang dipercepat itu dilakukan pada sesi kedua perdagangan tanggal 11 Maret 2026.
"Percepatan pengakhiran periode pembelian kembali saham perseroan ini karena kondisi pasar modal Indonesia serta harga saham perseroan telah relatif stabil,"
Ucap Robertus dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu lalu. Jadi, kondisi pasar yang sudah mulai tenang jadi alasan utama di balik keputusan ini.
Sebelumnya, awal Februari 2026, perseroan memang sudah mengumumkan niatnya melakukan buyback. Langkah itu diambil menyikapi fluktuasi pasar yang cukup tajam, dengan dasar aturan POJK dan surat dari OJK. Dana yang disiapkan pun tidak main-main, mencapai Rp750 miliar, dengan BNI Sekuritas sebagai pelaksananya.
Nah, meski tidak merilis detail nilai transaksi, ada petunjuk dari laporan bulanan. Per akhir Februari 2026, saham treasuri atau saham yang dibeli kembali oleh perusahaan bertambah sekitar 10,2 juta lembar. Jumlah ini membuat total saham treasuri menjadi 14,38 juta lembar, atau cuma sekitar 0,0128% dari total saham yang beredar.
Dari sisi kepemilikan, Prajogo Pangestu masih mendominasi dengan porsi 84,1%. Sisanya, sekitar 15,9%, dipegang oleh publik dan tentu saja saham treasuri tadi.
Di pasar, respons terhadap berita ini terlihat positif. Saham CUAN ditutup menguat 2,35% di level Rp1.305 per lembar pada perdagangan sore itu. Meski begitu, dalam rentang sebulan terakhir, performa sahamnya masih tertekan dengan penurunan hampir 20%. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp146,7 triliun.
Jadi, meski program buyback dipersingkat, aksinya terhitung cukup agresif dalam waktu singkat. Pasar pun memberi sambutan hangat, setidaknya untuk hari itu.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%