Dua PRT Lompat dari Kos di Tanah Abang, Satu Tewas, Polisi Selidiki Unsur Pidana

- Sabtu, 25 April 2026 | 21:20 WIB
Dua PRT Lompat dari Kos di Tanah Abang, Satu Tewas, Polisi Selidiki Unsur Pidana

Dua pekerja rumah tangga sebut saja R (15) dan D (30) nekat melompat dari kamar kos majikan mereka di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kejadiannya cukup menghebohkan. Salah satu dari mereka, R, ditemukan tewas di lokasi. Polisi sekarang tengah menyelidiki apakah ada unsur pidana di balik peristiwa ini.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, saat dihubungi wartawan Jumat lalu (24/4/2026).

Menurut Iman, pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami kasus ini. Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menambahkan bahwa polisi masih menggali keterangan dari PRT yang selamat. Agen penyalur kedua pekerja itu juga bakal dipanggil.

"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," ujar Reynold.

Keduanya Asal Jawa Tengah

Seorang warga RT 005 RW 002, Nani (68), ikut membantu evakuasi tak lama setelah kejadian. Ia bilang kedua korban berasal dari daerah berbeda di Jawa Tengah.

"Yang satu yang akhirnya meninggal itu dari Pekalongan. Yang satu yang masih bisa diajak bicara dari Brebes," kata Nani saat ditemui, Sabtu (25/4).

Nani menjelaskan, kedua korban tergolong baru bekerja di kos tersebut. Bahkan, salah satunya baru bekerja hitungan hari. Suasana di sekitar lokasi sempat mencekam, katanya. Warga berdatangan begitu mendengar suara benturan keras.

"Yang sadar itu, yang masih bisa diajak bicara (korban R), dia mengatakan baru satu minggu (bekerja). Kalau yang satunya lagi (asal Pekalongan), saya tanya ke penjaga kos katanya sudah tiga bulan di sini," jelas Nani.

Masih banyak yang belum jelas dari peristiwa ini. Polisi terus mendalami motif dan kronologi. Namun begitu, publik menunggu apakah ada pihak ketiga yang bertanggung jawab atau ini murni tindakan nekat di luar dugaan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar