IDXChannel Kabar gembira datang dari PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE). Perusahaan tambang ini siap membagikan dividen tunai senilai Rp60,23 miliar. Artinya, setiap pemegang saham bakal kebagian Rp14,75 per lembar. Jumlah itu setara dengan 30 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang tembus Rp202 miliar.
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menjelaskan keputusan ini bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, ini adalah bentuk komitmen perusahaan buat ngasih nilai tambah ke pemegang saham. Lewat manajemen bisnis yang terukur, disiplin, dan hati-hati apalagi di tengah dinamika sektor tambang yang lagi panas-panasnya.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan perseroan terus menciptakan nilai tambah,” ujar Ivo dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Dia melanjutkan, pembagian dividen ini juga mencerminkan kinerja perseroan dalam menjaga keseimbangan. Antara menciptakan nilai buat investor dan memperkuat fundamental usaha. Apalagi ini masih periode awal setelah IPO.
Di sisi lain, selain dividen, MINE juga menyisihkan Rp1 miliar dari laba sebagai cadangan umum. Sisanya? Akan masuk ke saldo laba ditahan. Ivo bilang, keputusan dividen ke depan bakal lebih komprehensif. Perusahaan bakal lihat kondisi keuangan, agenda ekspansi, dan tren industri. Semua demi visi pertumbuhan jangka panjang.
Sepanjang 2025, MINE mencatat capaian yang lumayan positif. Meski harus berhadapan dengan kompleksitas industri tambang dan ekonomi global yang nggak menentu, pendapatan mereka tumbuh 11,8 persen. Jadi Rp2,36 triliun naik dibanding tahun 2024.
Nah, buat yang penasaran kapan duitnya cair, ini dia jadwalnya:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 30 April 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Mei 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai: 5 Mei 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai: 6 Mei 2026
5. Pembayaran Dividen: 22 Mei 2026
Jadi, catat tanggalnya, ya.
Artikel Terkait
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Antam Bertahan di Rp2,918 Juta per Gram
IHSG Anjlok 6,6 Persen dalam Sepekan, BREN dan DSSA Jadi Top Losers dengan Koreksi Lebih dari 30 Persen