Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026), dengan posisi melemah. Indeks utama bursa saham nasional tersebut terkoreksi tipis sebesar 0,05 persen ke level 5.744.
Data perdagangan awal mencatat sebanyak 237 saham berhasil bertahan di zona hijau, sementara 266 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 456 saham tercatat stagnan. Nilai transaksi pada pembukaan perdagangan mencapai Rp1,1 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,3 miliar lembar saham.
Pelemahan IHSG diikuti oleh hampir seluruh indeks unggulan. Indeks LQ45 tercatat turun 1,08 persen ke level 563, indeks Jakarta Islamic Index (JII) merosot 2,57 persen ke 338, dan indeks MNC36 terkoreksi 1,45 persen ke 246. Sementara itu, indeks IDX30 juga mengalami penurunan sebesar 1,18 persen ke posisi 318.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berada dalam tekanan. Sektor energi, properti, industri, infrastruktur, konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, bahan baku, dan kesehatan kompak melemah. Di sisi lain, dua sektor justru mencatatkan penguatan, yaitu sektor konsumer siklikal dan sektor teknologi.
Dalam daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, posisi teratas ditempati oleh PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCLQ), PT Multitrend Indo Tbk (BABY), dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Sebaliknya, tiga saham yang menjadi top losers adalah PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIC), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram
Tempo Scan Bagikan Dividen Rp676,48 Miliar untuk Tahun Buku 2025