Ada kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Indonesia dikabarkan meninggal dunia. Penyebabnya? Serangan jantung.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, yang menyampaikan langsung kabar ini pada Sabtu, 25 April 2026. Almarhumah adalah Ibu Rodiah, usia 68 tahun. Beliau berasal dari Embarkasi Solo, tergabung dalam Kloter 3.
“Ada satu jamaah haji Indonesia asal dari Embarkasi Solo atau Kloter 3 bernama Ibu Rodiah usianya 68 tahun kemudian wafat akibat serangan jantung,” ujar Maria.
Di sisi lain, bukan cuma soal wafat yang jadi perhatian. Banyak juga jamaah yang kondisinya kurang fit. Maria mengungkapkan, hingga kemarin tepatnya per 24 April 2026 total ada 93 jamaah haji Indonesia yang terpaksa menjalani rawat jalan. Kebanyakan dari mereka punya penyakit bawaan atau sekadar kelelahan.
“Sebagian besar dari mereka ini memang mereka mempunyai komorbid penyakit seperti darah tinggi dan juga ada beberapa dari mereka yang kelelahan,” katanya.
Nah, selain rawat jalan, ada juga yang kondisinya lebih serius. Beberapa jamaah harus dirawat inap. Menurut Maria, kalau ada yang butuh penanganan lebih lanjut, mereka akan dirujuk ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap.
“Sementara itu ada dua jamaah haji Indonesia juga kemudian dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI dan kemudian satu jamaah haji kita yang kemudian harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” jelas dia.
Lalu, bagaimana dengan kesiapan medis di lapangan? Maria memastikan, pihaknya sudah menyiagakan petugas medis di Tanah Suci. Klinik-klinik juga sudah beroperasi. Bahkan, mereka sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit setempat di Arab Saudi.
“Jadi untuk fasilitas kesehatan atau data layanan kesehatan kami juga cukup matang di sana,” pungkasnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Tiffany Young Rilis Single Summer’s Not Over pada 8 Mei, Tandai Satu Dekade Karier Solo
Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan
PKS Dukung Usulan KPK soal Pembatasan Jabatan Ketua Umum Partai Dua Periode
Kapal Tanker Minyak Dibajak di Lepas Pantai Somalia, Ancaman Pembajakan Maritim Meningkat