PIT IBI 2025: Bidan Sebagai Ujung Tombak Kesehatan Ibu dan Anak
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kembali menegaskan peran strategis bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Bidan Indonesia (PIT IBI) 2025 yang digelar di Jakarta. Acara ini dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Bukan Sekadar Tenaga Medis, Tapi Pahlawan Kehidupan
Ketua Umum PP IBI Ade Zubaidah dalam sambutannya menegaskan bahwa bidan bukan sekadar tenaga medis, melainkan pahlawan kehidupan yang bekerja dalam berbagai situasi termasuk di tengah bencana, pandemi, maupun tantangan sosial-ekonomi.
"Dalam setiap situasi krisis, bidan selalu hadir memastikan perempuan mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang layak dan bermartabat. Ini bukti bahwa bidan Indonesia adalah sosok tangguh yang selalu berada di garis depan menyelamatkan kehidupan," ujar Ade Zubaidah.
Inovasi dan Teknologi dalam Praktik Kebidanan
Ade juga menekankan pentingnya inovasi, adaptasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam praktik kebidanan sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan. "Bidan Indonesia harus terus berinovasi sebagaimana diamanatkan dalam Permenkes Nomor 1261 Tahun 2021. Kita harus menjadi bagian dari transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Dukungan untuk Calon Bidan dan Tenaga Pendidik
Tahun ini, PIT IBI 2025 tidak hanya diperuntukkan bagi bidan yang telah bekerja, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi PP IBI kepada mahasiswa kebidanan dan dosen dari berbagai institusi pendidikan negeri maupun swasta di wilayah Jabodetabek dan Banten. Mereka diundang secara gratis sebagai bentuk dukungan IBI terhadap peningkatan kapasitas calon bidan dan tenaga pendidik kebidanan.
Kolaborasi untuk Penguatan SDM Kesehatan
Selain menjadi forum ilmiah, PIT IBI 2025 juga menjadi wadah kolaborasi antarlembaga dan lintas profesi untuk memperkuat kapasitas SDM kesehatan. IBI berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan mitra internasional.
Dukungan Pemerintah untuk Peran Bidan
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti menegaskan bidan memiliki peran sentral dalam transformasi sistem kesehatan nasional. "Bidan harus menjadi garda terdepan yang tangguh dan berkeadilan, berorientasi pada hak kesehatan perempuan dan reproduksi di setiap situasi," ujar Yuli.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga turut menyampaikan pesan melalui video sambutan. Ia menegaskan peran bidan sangat penting dalam upaya pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional.
"IBI harus terus berperan aktif meningkatkan kompetensi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi menuju Indonesia Emas 2045," pesan Menkes.
Artikel Terkait
Tumpukan Sampah Membentuk Daratan Baru, Ancam Ekosistem dan Nelayan di Pesisir Cirebon
Dinamika Ruang Ganti Memanas, Otoritas Arbeloa di Real Madrid Dipertanyakan
Akuntan di Lhokseumawe Rekayasa Begal untuk Gelapkan Gaji Relawan Rp59,9 Juta
Tim Putri Bulu Tangkis Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final BATC 2026