Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan

- Minggu, 26 April 2026 | 00:15 WIB
Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan
Artikel Halalbihalal

Halalbihalal, ya, tradisi yang sudah mengakar kuat di Indonesia. Momennya selalu pas buat merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin agak renggang setelah Lebaran. Di Palembang, Sumatera Selatan, tradisi ini punya warna lain. Para perantau dari Sumatera bagian selatan memanfaatkannya bukan cuma untuk kumpul-kumpul, tapi juga sebagai ajang mendorong gotong royong pembangunan lintas daerah.

Suasananya? Hangat, tapi juga semarak. Di Griya Agung Palembang, acara dimulai dengan sambutan adat. Lalu ada suguhan kesenian daerah yang bikin siapa pun merasa di rumah. Warga dari lima provinsi duduk bareng dalam satu ruang. Tujuannya jelas: mempererat tali persaudaraan sambil merawat nilai-nilai budaya yang jadi identitas bersama. Beberapa pejabat negara dan tokoh nasional juga hadir. Kegiatannya macam-macam, semuanya dirancang buat nambah rasa kebersamaan.

Begitu tamu datang, mereka disambut dengan nuansa adat dan alunan musik tradisional. Ini menunjukkan, budaya kita masih hidup. Palembang, yang dijuluki Bumi Sriwijaya, dipilih jadi tuan rumah perdana. Alasannya? Kota ini punya ikatan sejarah yang kuat. Ia jadi titik temu masyarakat Sumbagsel dari berbagai penjuru.

Tapi, jangan kira ini cuma acara seremonial belaka. Di balik itu semua, ada ruang buat melepas rindu. Para perantau, yang mungkin jarang pulang, bisa bertemu lagi. Mereka dipersatukan oleh akar budaya dan identitas yang sama. Rasanya, seperti reuni keluarga besar.

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sempat berkomentar soal ini. Katanya,

“Mempererat ikatan batin Sumbagsel. Sekarang ini satu kebutuhan ya. Sumbagsel potensinya luar biasa, lima provinsi. SDM-nya juga tersebar di mana-mana. Kekayaan alamnya luar biasa, potensi besar ya. Nah ini perlu, setelah ini kita tindaklanjuti untuk roadmap mempercepat pembangunan Sumbagsel gitu. Agar Sumbagsel ini kan punya peradaban yang paling tua ya, Sriwijaya.”

Pernyataan itu disampaikan dalam tayangan Primetime News, Metro TV, pada Sabtu, 25 April 2026.

Di sisi lain, potensi Sumbagsel memang nggak main-main. Bukan cuma soal sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya manusianya juga tersebar di mana-mana. Banyak anak Sumbagsel yang sukses di berbagai sektor. Ada yang di dunia usaha, pemerintahan, sampai profesi strategis lainnya. Mereka ini, menurut sejumlah pengamat, jadi modal sosial yang kuat. Bisa dipakai untuk membangun konektivitas, memperluas jejaring, dan mendorong kolaborasi pembangunan di kawasan.

Bagaimana caranya? Ya, dengan mengikat semua potensi itu dalam satu hubungan emosional. Tujuannya, membangun Sumbagsel lebih cepat. Tapi, tentu saja, tanpa mengesampingkan kepentingan nusantara secara umum. Jadi, acara halalbihalal ini bukan sekadar seremonial. Ia jadi simbol sinergi. Dengan dukungan SDM, termasuk para perantau yang sukses, diharapkan bisa mempererat persatuan dan mendorong percepatan pembangunan kawasan. Semoga.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar