IDXChannel – Belakangan ini, tawaran haji tanpa antre mulai marak lagi. Kementerian Haji dan Umrah pun angkat bicara. Mereka mengingatkan masyarakat supaya jangan gampang tergiur. Modus seperti ini, kata mereka, sudah sering muncul setiap musim haji tiba.
“Kami dari Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, haji yang langsung berangkat, maupun haji tanpa daftar resmi,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, ibadah haji cuma bisa dilakukan pakai visa haji resmi dari pemerintah Arab Saudi. Visa lain seperti visa ziarah, visa kerja, atau visa turis tidak bisa dipakai untuk haji. Sederhana saja, kata dia, aturannya sudah jelas.
Di sisi lain, risiko berhaji tanpa visa resmi juga nggak main-main. Pemerintah Arab Saudi bisa menjatuhkan sanksi tegas. Mulai dari penahanan, denda, deportasi, sampai larangan masuk kembali ke Arab Saudi selama 10 tahun. Bukan perkara ringan, jelasnya.
“Ini tentu bukan hal yang sepele dan kami mohon masyarakat untuk tidak mempertaruhkan ibadah sucinya melalui jalur yang tidak sah,” tegas Maria.
Nah, untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian Haji dan Umrah sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus. Tugasnya? Menangani jamaah haji ilegal yang nekat berangkat dengan visa non-prosedural. Sudah ada 13 WNI yang dicegah keberangkatannya, lho. Mereka dihentikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, praktik penipuan semacam ini sering mengincar calon jamaah yang sudah putus asa menunggu antrean panjang. Makanya, Kemenhaj juga mengajak masyarakat ikut berperan. Kalau menemukan indikasi atau praktik promosi haji tanpa antre lewat jalur tidak resmi, laporkan saja ke pihak berwenang.
“Bapak Ibu sekalian dapat melaporkan melalui aplikasi Kawal Haji. Ini adalah sebuah aplikasi yang kami bangun, dan juga dapat digunakan oleh jamaah dan petugas untuk bisa melaporkan berbagai permasalahan serta kendala selama operasional haji berlangsung,” kata Maria.
Intinya, jangan sampai tergoda janji manis yang ujung-ujungnya malah bikin ibadah tertunda atau lebih parah lagi, kena sanksi. Lebih baik sabar menunggu antrean resmi daripada menyesal di kemudian hari.
Artikel Terkait
Jasa Marga Mulai Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Tangerang 22 April hingga 10 Mei 2026
Jenazah Praka Rico, Personel UNIFIL yang Gugur di Lebanon, Segera Dipulangkan ke Indonesia
Jemaah Haji Indonesia Bawa Bekal Lauk Favorit Demi Jaga Selera Makan di Tanah Suci
Pemerintah Peringatkan Bahaya Tawaran Haji Tanpa Antre, Satgas Khusus Dibentuk