IDXChannel – Jenazah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia bakal segera dipulangkan ke Tanah Air. Ia adalah anggota Pasukan Perdamaian UNIFIL yang gugur di Lebanon. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat untuk mengurus repatriasi.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum. Katanya, koordinasi dengan UNIFIL tengah berlangsung.
"Kami tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," ujar Nabyl, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menambahkan, "Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia."
Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama hampir sebulan. Kondisinya kritis sejak 29 Maret 2026, saat ia terkena ledakan artileri tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Lukanya cukup serius.
Di sisi lain, Nabyl menjelaskan bahwa pemerintah sudah bekerja sama dengan banyak pihak. Mulai dari UNIFIL, pemerintah Lebanon, hingga tim medis di Beirut. Semua demi memastikan penanganan medis yang optimal. Namun, kondisi Rico memang sudah sangat parah.
"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," kata Nabyl.
Pada kesempatan yang sama, ia kembali menegaskan sikap Indonesia. Pemerintah mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia. Menurutnya, keselamatan personel PBB itu tidak bisa ditawar.
"Serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegasnya.
Indonesia pun mendesak PBB untuk segera bertindak. Investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel harus dilakukan. Tujuannya jelas: mengungkap fakta dan memastikan ada pertanggungjawaban.
"Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata dia.
Perlu dicatat, Praka Rico adalah personel Indonesia keempat yang gugur dalam tugas UNIFIL. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon tewas di lokasi kejadian yang sama. Lalu, sehari setelahnya, giliran Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan yang gugur akibat serangan di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Pemerintah Peringatkan KBIHU: Jangan Memungut Biaya Tambahan ke Jamaah Haji
Jasa Marga Mulai Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Tangerang 22 April hingga 10 Mei 2026
Jemaah Haji Indonesia Bawa Bekal Lauk Favorit Demi Jaga Selera Makan di Tanah Suci
Kemenhaj Peringatkan Modus Haji Tanpa Antre, 13 WNI Dicegah Berangkat