JAKARTA Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, jemaah haji Indonesia sibuk mempersiapkan diri. Bukan cuma dokumen atau perlengkapan ibadah, tapi juga makanan. Ya, lauk favorit dari rumah ikut masuk koper.
Beberapa dari mereka mengaku membawa bekal sendiri. Tentu, yang dipilih adalah makanan yang tahan lama. Nggak sembarangan, soalnya perjalanan panjang dan cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem.
Ambil contoh Bona Jamilah, asal Jakarta Timur. Menurut dia, makanan dari rumah bisa bikin selera makan tetap terjaga di sana. Tanpa itu, katanya, kurang greget.
“Bawa siwang, terasi sama bawang. Kalau makan itu jadi nafsu,” ujar Jamilah saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (25/4/2026).
Selain trio penyedap itu, dia juga membawa lauk dari olahan kentang. Ada juga camilan kacang untuk teman ngobrol atau sekadar mengganjal perut.
“Bawa kentang mustofa,” tambah Bona.
Di sisi lain, ia juga menyiapkan obat-obatan pribadi. Khususnya untuk penyakit bawaan seperti diabetes dan darah tinggi. Maklum, usia sudah tidak muda lagi, jaga-jaga lebih baik.
Jamilah sendiri bersyukur bisa berangkat tahun ini. Bayangkan, dia sudah menunggu selama 13 tahun. Dalam perjalanan ini, sang anak setia menemani. Momen yang terasa begitu emosional.
Lain lagi cerita Tuti Hartini, juga dari Jakarta Timur. Ia membawa ikan teri dan kentang mustofa. Dua lauk andalan yang katanya cocok dengan lidah orang Indonesia.
“Ikan teri dan kentang mustofa,” ujar Tuti singkat.
Namun begitu, ia tidak membawa dalam jumlah banyak. Alasannya sederhana: di sana sudah ada katering selama pelaksanaan ibadah. Jadi, bekal ini cuma sebagai cadangan, atau sekadar pengobat rindu rasa kampung.
Artikel Terkait
Iran Sita Dua Kapal Kargo Diduga Terkait Israel di Selat Hormuz
Polisi Bekuk Empat Pelaku Ganjal ATM di Minimarket Tangerang, Kerugian Capai Puluhan Juta
Stok Rudal AS Terkuras Hingga 45 Persen Selama Perang Tujuh Pekan Lawan Iran, Butuh Waktu 3-5 Tahun Pulih
Pemerintah Peringatkan KBIHU: Jangan Memungut Biaya Tambahan ke Jamaah Haji