HORSENS Indonesia akhirnya memastikan kemenangan atas Kanada di fase grup Piala Uber 2026. Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti jadi penutup manis setelah mengalahkan pasangan Catherine Choi/Josephine Wu. Dua gim langsung cukup, skor 21-18 dan 21-11. Hasil ini bikin Indonesia unggul telak 3-1. Tapi, jalannya pertandingan nggak semulus skor akhirnya. Di awal-awal, mereka sempat kewalahan. "Di pertandingan pertama ini, apalagi di awal, kami start-nya terlalu buru-buru. Terlalu banyak mati sendiri juga," aku Fadia. Ia juga bilang belum sepenuhnya adaptasi sama shuttlecock. Laju koknya ternyata beda sama yang dipakai saat latihan. Makanya banyak pukulan yang meleset atau nggak pas. Namun begitu, begitu gim pertama mulai berjalan, mereka mulai menemukan ritme. Setelah tertinggal cukup jauh, keduanya memutuskan untuk lebih kalem. "Kami mencoba untuk lebih tenang setiap melakukan pukulan. Lebih enjoy aja mainnya," jelas Tiwi. "Ternyata malah bikin lawan jadi sering bikin kesalahan sendiri." Menurut Tiwi dan Fadia, salah satu tantangan terbesar adalah atmosfer turnamen beregu. Rasanya beda banget sama turnamen perorangan. Ditambah lagi, jadwal padat bikin waktu istirahat mereka nyaris nggak ada. "Kemenangan ini penting, tapi ke depan kami harus lebih tenang di gim-gim awal. Soalnya beregu itu pasti ada atmosfer yang bikin tegang, sangat berbeda dengan perorangan," ucap Fadia. "Kami juga harus lebih yakin." Tiwi menambahkan, recovery jadi prioritas utama sekarang. "Kami nggak punya banyak waktu untuk istirahat karena besok harus sudah bertanding lagi. Jadi dari segi nutrisi dan recovery itu sangat penting. Biar kalau besok diturunkan lagi, kami siap," paparnya. Singkatnya, kemenangan sudah di tangan. Tapi perjalanan masih panjang. Dan mereka sadar, ketenangan di awal pertandingan adalah kunci.
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Berlaku Bervariasi di Daerah
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing, Macet Parah Arah Cengkareng
Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2027
Imigrasi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Bukan Milik Jemaah Haji Aktif, Melainkan Dokumen Bekas