JAKARTA Geger aksi ganjal ATM di minimarket akhirnya terkuak. Empat orang pelaku diringkus tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota. Mereka tertangkap basah saat beraksi di sebuah minimarket di Larangan, Kota Tangerang, Banten. Kejadiannya cukup mencekam, menurut petugas di lapangan.
Semua bermula dari patroli rutin di wilayah Cipondoh. Saat itu, anggota curiga sama empat pria yang gerak-geriknya mencurigakan. Mereka bolak-balik pindah lokasi, dari satu mesin ATM ke mesin lainnya. Entah di minimarket, entah di SPBU, mereka terus bergerak. Petugas pun memutuskan untuk membuntuti dari jarak aman.
Tak butuh waktu lama, rombongan itu akhirnya masuk ke sebuah minimarket di Jalan H Adam Malik. Di dalam, mereka diduga sedang asyik bertransaksi. Tapi yang bikin polisi yakin, kartu ATM yang dipakai bukan milik mereka. Dari situ, tim opsnal langsung bergerak cepat. Keempatnya diamankan tanpa perlawanan berarti.
Identitas mereka: MT (29), FP (20), EA (23), dan A (34). Masing-masing punya peran sendiri-sendiri. Ada yang bertugas mengganjal lubang kartu ATM pakai mika. Ada yang pura-pura jadi orang biasa, tapi sebenarnya memancing korban memasukkan PIN. Lalu ada yang jaga situasi, dan satu lagi spesialis mengambil kartu ATM yang tertinggal di mesin. Rapi sekali modusnya, mirip skenario film maling kelas teri.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari kartu ATM berbagai bank, alat ganjal berupa mika bening yang sudah dimodifikasi, lem perekat, sampai beberapa unit handphone. Semua diamankan sebagai alat bukti di kantor polisi.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, angkat bicara soal pengungkapan ini. Menurut dia, ini bukti polisi serius memberantas kejahatan berbasis teknologi. Modus penipuan dan pencurian macam begini memang meresahkan warga.
“Modus ganjal ATM ini sangat merugikan masyarakat. Para pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk mengambil alih kartu dan menguras isi rekening. Kami pastikan akan menindak tegas para pelaku,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat pelaku ternyata jaringan lintas daerah. Mereka sudah beraksi di sejumlah wilayah, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Diakui, mereka sudah beberapa kali melancarkan aksi serupa. Hasilnya? Puluhan juta rupiah. Lumayan, tapi jelas bikin resah.
Artikel Terkait
Menaker: Baru 27 Persen Pekerja Indonesia Kuasai Keterampilan Digital, Jauh di Bawah Standar Global
Kurniawan Dwi Yulianto Optimistis Timnas U-17 Mampu Bersaing di Grup Neraka Piala Asia
Iran Sita Dua Kapal Kargo Diduga Terkait Israel di Selat Hormuz
Stok Rudal AS Terkuras Hingga 45 Persen Selama Perang Tujuh Pekan Lawan Iran, Butuh Waktu 3-5 Tahun Pulih